Viral MC Wanita Curhat Tak Boleh Muncul di Acara Dihadiri Gubernur Bali

Sui Suadnyana - detikNews
Minggu, 12 Sep 2021 15:31 WIB
Business achievement concept with happy businesswoman relaxing in office or hotel room, resting and raising fists with ambition looking forward to city building urban scene through glass window
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Chinnapong)
Denpasar -

Curahan hati (curhat) seorang master of ceremony (MC) wanita yang tidak boleh muncul di panggung di acara yang dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster viral di media sosial. Curhat tersebut diunggah oleh Putu Dessy Fridayanthi dalam Instagram-nya.

"23 tahun pengalaman saya sebagai MC, baru kali ini saya diperlakukan layaknya tahanan atau maling yang tidak boleh muncul di panggung," tulisnya dalam unggahan itu seperti dikutip detikcom seizin Dessy, Minggu (12/9/2021).

"Alasannya apa? Karena acara dihadiri oleh Gubernur Bali. Protokol Gubernur mengatakan ini perintah @gubernur.bali @kostergubernurbali karena MC-nya cewek, jadi tidak boleh tampil cukup suara saja yang terdengar," imbuh Dessy dalam unggahannya itu.

Dalam acara tersebut, Dessy mengaku tidak diperbolehkan berdiri di belakang tamu undangan untuk membawakan acara. Ia diharuskan membawa acara dari ruangan khusus dan dijaga ketat oleh protokol Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

"Bahkan untuk berdiri dari belakang tamu undangan pun saya tidak boleh, ruangan tempat saya berbicara ini pintu keluarnya dijaga oleh salah satu protokol @pemprov_bali agar saya jangan sampai keluar," tulis Dessy.

Dessy menuturkan, sejak kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster, pekerja wanita seperti MC, penyanyi, penari, dan sebagainya sering dibatalkan oleh client/event organizer (EO). Bahkan pembatalan bisa diterima pekerja event wanita sehari atau beberapa menit sebelum acara dimulai.

Alasan pembatalan dilakukan karena Gubernur Bali Wayan Koster akan hadir di acara dan tidak diperbolehkan ada pengisi acara wanita. Dessy pun tampak geram atas adanya peristiwa itu.

"Hello? Kenapa kami pekerja wanita didiskriminasi begini? Apa salah kami bekerja untuk menghidupi keluarga kami??? Sudah berapa puluh acara saya di-cancel karena Gubernur (Bali) hadir???," tulis Dessy lagi.

"Selama ini saya diam. Kali ini saya tidak bisa diam lagi. Saya merasa tidak diperlakukan manusiawi. Saya berhak untuk bekerja secara halal sesuai profesi saya," tegas Dessy.

Tonton juga Sosok Stanve, Jago Matematika Tingkat Dunia Asal Tangerang

[Gambas:Video 20detik]