Status PPKM di 3 Kabupaten di Jatim Ini Turun ke Level 1

Eqqi Syahputra - detikNews
Sabtu, 11 Sep 2021 20:26 WIB
Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti
Foto: DPD
Jakarta -

Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengapresiasi tiga kabupaten di Jawa Timur yang turun status PPKM ke level 1. Menurutnya, keberhasilan tersebut berkat kerja sama yang baik antara Pemkab, TNI, Polri, Forkopimda dan seluruh jajaran masyarakat.

"Keberhasilan menurunkan level PPKM hingga menjadi level 1 ini patut kita apresiasi. Upaya menurunkan dan mengendalikan mobilitas masyarakat dari penularan COVID-19 berhasil berkat kerja bersama semua pihak," ujar La Nyalla dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/9/2021).

Adapun ketiga kabupaten itu yaitu Kabupaten Lamongan, Kabupaten Tuban, dan Kabupaten Pasuruan. Lebih lanjut Senator asal Jawa Timur itu juga mengingatkan agar semua pihak menahan diri untuk tidak senang terlebih dahulu. Kewaspadaan perlu untuk terus ditingkatkan, karena serangan wabah pandemi bisa terjadi tanpa diduga-duga.

"Apalagi kini sudah muncul varian baru Mu COVID-19. Jadi, masyarakat harus tetap waspada dan terapkan protokol kesehatan yang ketat serta mengikuti program vaksinasi," tegas La Nyalla.

Sebagai informasi, saat ini masih terdapat 19 daerah di Jawa Timur yang berada dalam status PPKM level 2. Daerah tersebut adalah Kabupaten Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Probolinggo, Pamekasan, Ngawi, Nganjuk, Malang, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Kediri, Jombang, Jember, Gresik, Bondowoso, Bojonegoro, Banyuwangi dan Bangkalan.

Sedangkan daerah yang masih level 3, ada 16 daerah, yakni Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Mojokerto, Magetan, Madiun, Lumajang, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu, dan Kabupaten Blitar.

Meski semua daerah telah mengalami penurunan level PPKM, La Nyalla menilai Pemprov Jatim masih harus bekerja keras menurunkan semua level hingga dapat masuk pada zona hijau atau bebas COVID-19.

"Melalui kerja sama dan kedisiplinan semua unsur masyarakat kita optimis akan mampu mengalahkan serangan wabah COVID-19 dan kembali hidup normal. Kita harus belajar dari peristiwa yang lalu. Jangan sampai lengah dan terlalu longgar," tutup La Nyalla.

(ncm/ega)