Polisi Uji Laboratorium Minuman Pria yang Diduga Bunuh Diri Saat Live TikTok

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 11 Sep 2021 18:39 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Ilustrasi (Foto: dok. Thinkstock)
Jakarta -

Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang pria inisial S (29) tewas setelah diduga bunuh diri di daerah Jatinegara, Jakarta Timur. Polisi kini tengah menyelidiki dugaan kemungkinan lain dari tewasnya korban.

Kanit Reskrim Polsek Jatinegara AKP Tri Sambodo mengatakan saat ini pihaknya telah mengecek minuman yang diminum korban saat peristiwa nahas berlangsung. Minuman itu kini tengah dites laboratorium.

"Kita masih mencari alat bukti dan menunggu hasil laboratorium bekas minuman yang dikonsumsi oleh si korban gantung diri dan hasil visum et repertum," kata Tri saat dihubungi, Sabtu (11/9/2021).

Sejauh ini ada dua orang saksi kunci yang bakal diperiksa polisi. Dua saksi itu mulai adik korban hingga teman korban yang berada di Medan.

"Saksi kuncinya dua orang yang berada di TKP, yaitu adik kandungnya, dan satu teman korban yang masih berada di Medan dan belum bisa dimintai keterangan," ujar Tri.

Selain melakukan cek laboratorium minuman yang terakhir diminum korban dan memeriksa dua saksi, polisi bakal mengecek riwayat percakapan korban di aplikasi WhatsApp miliknya.

"Ini lanjut untuk cek aplikasi WhatsApp (korban). Baru kita siapkan permohonan untuk cek di Cyber," jelas Tri.

Terkait dugaan penyebab kematian korban, Tri masih enggan berspekulasi. Pihaknya masih menyelidiki tiap kemungkinan. Dugaan korban bunuh diri pun saat ini belum menjadi kesimpulan penyelidikan dari kepolisian.

"Jadi begini, penyidik itu melaksanakan penyidikan tidak bisa berdasarkan opini maupun asumsi ya. Kita acuannya alat bukti. Jadi untuk menentukan itu dugaan pembunuhan, itu masih dalam penyelidikan. Kita belum bisa tentukan sikap, apa itu gantung diri atau dugaan pembunuhan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria inisial SS (29) melakukan aksi bunuh diri di sebuah rumah susun di daerah Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur. Korban diketahui bunuh diri sambil menyiarkannya secara langsung di aplikasi TikTok.

"Betul lagi live (TikTok) makanya aneh," kata Wakatim 1 Rajawali Polres Metro Jakarta Timur Bripka Markon Samuel saat dihubungi, Jumat (10/9).

Peristiwa bunuh diri itu dilakukan pada Kamis (2/9). Aksi korban terungkap saat salah satu warga melihat live TikTok korban saat hendak bunuh diri.

Warga kemudian segera melaporkan ke pihak kepolisian. Namun, saat petugas datang ke lokasi, korban telah dalam kondisi tewas.

"Kami dikontak oleh warga setempat kebetulan kami lagi patroli. Terus tiba di TKP ditemukan sudah begitu, sudah dalam keadaan gantung diri," katanya.

(ygs/yld)