Bobby Kesal Gubsu Sebut Data COVID Medan Kacau, Ungkit Rumitnya Sistem

Datuk Haris Molana - detikNews
Sabtu, 11 Sep 2021 17:49 WIB
Bobby Nasution (kaus putih-merah) / Datuk-detikcom
Bobby Nasution (berkaus putih-merah). (Datuk/detikcom)
Medan -

Wali Kota Medan Bobby Nasution kesal gara-gara Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menyebut data Corona di empat daerah, termasuk Medan, kacau balau. Bobby mengungkit rumitnya sistem pelaporan kasus.

"Data COVID memang selama ini kita akui juga ada beberapa data yang belum kita inputkan. Kalau dia sudah tidak dalam kondisi positif, klinik-klinik, rumah sakit-rumah sakit swasta itu yang diatur di situ adalah mereka melapor ke Provinsi Sumut. Hasil baik itu mereka tes PCR, itu kalau positif atau negatif mereka melaporkan itu ke Provinsi Sumut, bukan ke kami ke daerah," kata Bobby di Medan, Sabtu (11/9/2021).

Bobby mengaku pihaknya sangat kesulitan mendapat data pasti soal kasus Corona. Pemko Medan, katanya, kesulitan saat meminta data yang dilaporkan dari rumah sakit atau klinik swasta ke Pemprov Sumut.

"Ada juga beberapa kabupaten-kota lainnya, jadi kita kesulitan. Kita harus cek juga lagi. Kita selalu minta data itu sulit sekali. Terus, juga kita sampaikan kemarin pendataan ini ya provinsi juga saya rasa pahamlah. Saya bukan menyalahkan siapa-siapa," ucap Bobby.

Menantu Presiden Jokowi ini menyebut Edy lebih paham soal data. Dia mengatakan data Corona di Medan sudah mulai diperbaiki oleh pihaknya.

"Ini persoalannya, coba tanya lagilah ke Pak Gubernur, gimana mereka, pernah minta pendataan pada kami, apa yang beliau panggil saya untuk apa, untuk masalah pendataan. Beliau lebih paham. Tapi yang saya pastikan, ini data kami sudah kami perbaiki namun belum kami laporkan ke kementerian," ucap Bobby.

Bobby menyebut laporan itu belum disampaikan karena Pemko masih terus memperbaiki data. Dia menyebut anak buahnya harus mengecek dari rumah ke rumah agar data valid.

"Ada yang kemarin kasus aktif kita 7.000 lebih, ini sudah kita cross-check. Kita harus cross-check ke lapangan memang. Nggak bisa pakai all record saja, karena all record-nya masuknya ke provinsi," ucap Bobby.

"Harusnya data kami juga di-share-lah. Nah, ini yang kami perlukan," sambungnya.