Kubu Moeldoko Sayangkan PD Bubarkan HUT di Banten: Tak Bermoral!

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 11 Sep 2021 14:00 WIB
Kubu KLB Demokrat Deli Serdang, Sumut, menggelar konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/3/2021). Mereka menyuarakan adanya sejumlah pelanggaran perihal Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) versi tahun 2020. Jumpa pers dihadiri Soflawati Mosaid, Darmizal, Jhonny Allen, dan Ahmad Yahya.
Darmizal (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Demokrat kubu Moeldoko menyayangkan tindakan Partai Demokrat (PD) pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang membubarkan acara hari jadi Demokrat ke-20 di Tangerang, Banten. Kubu Moeldoko menilai tindakan PD pimpinan AHY membabi buta dan mengangkangi demokrasi.

Kubu pendukung Moeldoko, Darmizal, awalnya menyinggung terkait penyelenggara acara HUT Partai Demokrat ke-20 di Tangerang. Dia menyebut penyelenggaraan acara itu tidak melibatkan Moeldoko.

"Penyelenggara acara HUT Partai Demokrat ke-20 tanggal 10 September 2021 di Tangerang, Banten, adalah pendiri Partai Demokrat, bukan DPP Partai Demokrat pimpinan Moeldoko. Karena itu, tuduhan yang menyebut Moeldoko terlibat di acara HUT Partai Demokrat tersebut adalah tuduhan fitnah, membabi buta, kehilangan akal sehat, dan mengangkangi demokrasi," kata Darmizal dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (11/9/2021).

Tak hanya itu, Darmizal juga menyinggung, sesuai fakta sejarah dan akta pendirian partai, Demokrat seharusnya merayakan HUT pada 10 September kemarin. Karena itu, dia menilai tindakan penggerudukan oleh pihak AHY sebagai tindakan tidak bermoral dan bermental preman.

"Kubu SBY-AHY seharusnya menghormati dan menghargai para pendiri partai yang melakukan tasyakuran dwi dasawarsa PD di Tangerang, Banten. Merayakan HUT Partai Demokrat tanggal 10 September itu adalah sesuai fakta sejarah, sesuai akta pendirian partai, sesuai keinginan pendiri untuk meluruskan sejarah ulang tahun pendirian partai tanggal 10 September, bukan tanggal 9 September. Menggeruduk kegiatan syukuran dwi dasawarsa Partai Demokrat sungguh tindakan tak bermoral, barbar, dan bermental preman," ucapnya.

"Tidak hanya memanipulasi tanggal ulang tahun partai, tetapi juga memanipulasi nama pendiri partai dari 99 orang menjadi hanya 2 orang dan memasukkan nama SBY sebagai pendiri partai. Padahal, di akta pendirian itu, tidak ada nama SBY sama sekali. Memanipulasi sejarah itu adalah tindakan tidak terpuji, tidak beretika, tidak beradab, dan tidak mempraktikkan demokrasi yang sehat," lanjutnya.

Lebih lanjut Darmizal kembali menyinggung tindakan SBY yang hendak menguasai partai untuk keluarganya hingga mendaftarkan partai ke Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham sebagai properti pribadi. Dia menyebut para pendiri Demokrat telah membesarkan pohon benalu.

"Para pendiri telah memilih bibit unggul itu, merawat, membesarkan, memupuk, dan bahkan menjaganya sampai besar dan berbuah. Ternyata yang dibesarkan itu adalah pohon benalu," ujarnya.

Dia lantas kembali meluruskan bahwa acara yang diadakan pihaknya kemarin merupakan kegiatan para pendiri partai. Dia menyebut Moeldoko menghargai dan menghormati acara tersebut.

"Kegiatan HUT di Tangerang, Banten, adalah murni kegiatan pendiri partai yang meluruskan sejarah. Pak Moeldoko sangat menghargai dan menghormati apa yang dilakukan pendiri. Pak Moeldoko juga sangat menghargai dan menghormati undangan pendiri partai yang ditujukan kepada DPP Partai Demokrat KLB Deli Serdang. Pak Moeldoko menghimbau semua pihak untuk mempraktikkan demokrasi yang sehat, tidak kehilangan akal sehat, tidak membabi buta, dan tidak main fitnah dan hoaks," tuturnya.

Simak respons Demokrat di halaman berikutnya.

Tonton juga Video: PD Kubu AHY Geruduk HUT PD Kubu Moeldoko, Polisi: Tersulut Hoax

[Gambas:Video 20detik]