3 Kemungkinan di Balik Fenomena Burung Pipit Berjatuhan di Bali

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 11 Sep 2021 11:27 WIB
Video burung-burung dalam keadaan basah berjatuhan di tanah viral di medsos. Video yang dibagikan sejumlah itu disebut terjadi di Bali. (Facebook Dek Eko)
Foto: Video burung-burung dalam keadaan basah berjatuhan di tanah viral di medsos. Video yang dibagikan sejumlah itu disebut terjadi di Bali. (Facebook Dek Eko)
Denpasar -

Penyebab burung pipit berjatuhan di kuburan Banjar Sema, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, masih menjadi teka-teki. Meski demikian, ada sejumlah kemungkinan yang diduga menjadi penyebab peristiwa itu.

Perekam video burung pipit berjatuhan tersebut, Kadek Sutika, menyebut peristiwa itu terjadi pada Kamis (9/9/2021) sekitar pukul 08.00 Wita. Dia mengaku menemukan burung-burung berjatuhan saat pulang dari tempat tinggal temannya. Menurutnya, saat itu cuaca sedang hujan.

Sutika mengatakan burung-burung pipit yang berjatuhan ke tanah itu berada di bawah pohon asem di kuburan Banjar Sema. Dia menduga burung-burung tersebut awalnya tidur di atas pohon.

"Awalnya sering tidur burung di pohon asem itu. Banyak ada burung di sana, tapi baru lima hari burung di sana, dulu tidak ada. Dua ada pohon asem di sana. Asem kembar rasanya itu," tuturnya.

Sore harinya, burung-burung yang mati berjatuhan di tanah itu sudah dikubur. Sutika menyebut jumlah burung yang berjatuhan itu sekitar seribu ekor.

3 Kemungkinan Penyebab

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali bicara kemungkinan penyebab peristiwa itu. Berikut tiga kemungkinan penyebabnya:

1. Kandungan Asam di Hujan

BKSDA Bali mengaku belum mendapat laporan detail soal peristiwa tersebut. Meski demikian, fenomena tersebut diduga dipengaruhi hujan asam.

"Kalau kita bicara kondisi dan kejadian alam, bisa dikatakan, bisa saja mungkin waktu hujan itu mengandung asam yang cukup tinggi," kata Kepala Subbagian Tata Usaha BKSDA Bali Prawona Meruanto saat dimintai konfirmasi.

"Sehingga mengakibatkan burung-burung berjatuhan bisa saja seperti itu. Atau mungkin dengan sebab-sebab lain yang kita tidak ketahui sebelumnya," tambahnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya

Simak Video: Ini Dugaan Biang Kerok Burung Pipit di Bali Mati Massal

[Gambas:Video 20detik]