Keluarga Keberatan, Jasad ABG Tangerang Tembak Kepala Sendiri Tak Diautopsi

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Sabtu, 11 Sep 2021 10:19 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Ilustrasi (Foto: dok. Thinkstock)
Tangerang -

Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental

Polisi tidak melakukan autopsi terhadap jenazah remaja yang menembak kepalanya sendiri di Cipondoh, Tangerang. Polisi menyebut autopsi tak dilakukan karena keluarga ABG tersebut keberatan.

"Keluarganya keberatan (autopsi), anggap itu takdir. Jadi tidak dilakukan autopsi," kata Kasubag Humas Polres Tangerang Kota Kompol Abdul Rochim saat dimintai konfirmasi, Sabtu (11/9/2021).

Rochim mengatakan ada luka tembus di dahi korban. Dia mengatakan luka tersebut berada di dahi sebelah kanan tembus ke bagian belakang kepala.

"Korban itu memang saat ditemukan tergeletak. Kebetulan saya ikut ngecek ke sana. Jadi kebetulan luka tembak di dahi sebelah kanan tembus ke belakang," ujarnya.

Rochim mengatakan polisi juga menemukan proyektil di lokasi. Proyektil ditemukan saat polisi melakukan olah TKP.

"Proyektilnya ada juga, sudah ketemu kemarin, satu," tuturnya.

Sebelumnya, polisi mendatangi kediaman ABG di Tangerang yang diduga menembak kepala sendiri. Polisi juga melakukan pemeriksaan CCTV.

"Ada (CCTV). Udah dicek," kata Rochim, Jumat (10/9) malam.

Rochim menyebut rekaman CCTV di kediaman korban tidak dapat dilihat secara jelas. Polisi mengamankan sepucuk senjata api jenis Glock-43 dan proyektil di lokasi.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (10/9) sekitar pukul 04.30 WIB. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa di rumahnya, kawasan Cipondoh, Tangerang, dengan kondisi luka tembak di kepala.

Lihat juga Video: Akhir Pelarian ABG Pembunuh Wanita Teman Kencan di Semarang

[Gambas:Video 20detik]




(haf/haf)