Rehab Rumdin Bupati Labuhanbatu Rp 5,3 M Mandek Sejak 2019, Jaksa Akan Usut

Ahmad Fauzi Manik - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 21:04 WIB
Rehabilitasi rumah dinas (rumdin) Bupati Labuhanbatu senilai Rp 5,3 miliar yang dikerjakan sejak 2019 mandek. Jaksa akan mengusut. (Ahmad FIM/detikcom)
Rehabilitasi rumah dinas (rumdin) Bupati Labuhanbatu senilai Rp 5,3 miliar yang dikerjakan sejak 2019 mandek. Jaksa akan mengusut. (Ahmad FIM/detikcom)

Kejaksaan Akan Usut

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Labuhanbatu, Noprianto Sihombing mengatakan akan menyelidiki kasus ini. Dia mengatakan ada indikasi perbuatan melawan hukum dalam peristiwa ini.

"Kalau kita tinjau dari segi peraturannya, itu tidak boleh. Kalau sudah dibayarkan berarti sudah selesai pekerjaan. Masa, dibayar yang belum selesai," kata Noprianto.

Rehabilitasi rumah dinas (rumdin) Bupati Labuhanbatu senilai Rp 5,3 miliar yang dikerjakan sejak 2019 mandek. Jaksa akan mengusut. (Ahmad FIM/detikcom) Foto: Ahmad FIM/detikcom

Noprianto mengatakan boleh-boleh saja bangunan itu tidak ditempati setelah selesai direhabilitasi karena itu merupakan keputusan subjektif.

"Cuma kan jadi tanda tanya juga bagi kita kenapa jika sudah selesai, tidak dirawat. Sementara kalau belum selesai, kenapa sudah dibayar lunas. Itu kan perbuatan melawan hukum," katanya.

"Tunggulah, artinya sebelum kita terbitkan sprin-nya (sprindik/surat perintah penyidikan), kita telaah dengan betul, biar nggak mengada-ada," sambungnya.


(jbr/jbr)