Payung Bermasalah, Penerjun TNI AU Nyangkut di Pohon
Kamis, 06 Apr 2006 12:39 WIB
Jakarta - TNI AU tengah bersiap menyambut hari jadinya yang ke-60. Beberapa hari terakhir, TNI AU menggelar latihan atraksi, termasuk terjun payung.Tapi, hari ini naas bagi salah seorang anggota TNI AU. Saat latihan terjun payung, payungnya tidak mengembang sempurna. Beruntung dia nyangkut di pohon, sehingga nyawanya terselamatkan.Insiden ini terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, Kamis (6/4/2006) di kompleks Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur. Saat kejadian itu, personel TNI AU ini sedang terjun dari pesawat Hercules dari ketinggian yang cukup tinggi.Sejak pagi, langit di udara Jakarta memang diwarnai dengan berlalu-lalangnya sekitar 6 pesawat Hercules yang berjalan beriringan.Selain melakukan formasi tertentu, pesawat-pesawat ini membawa para personel TNI AU yang berlatih terjun payung. Semua penerjun payung berhasil mendarat dengan mulus, kecuali satu personel TNI AU tersebut.Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsekal Pertama Sagom Tamboen saat dihubungi detikcom membenarkan peristiwa naas itu.Menurut dia, kejadian naas ini terjadi akibat payung yang dikenakan personel TNI AU tidak mengembang sempurna. "Payung hanya mengembang sepertiga," kata Sagom yang tidak menyebutkan identitas penerjun payung itu.Padahal, kata Sagom, sebelum latihan dimulai, semua payung sudah dicek dan diteliti. Semua payung oke. Akibat payung tidak mengembang sempurna, personel tersebut tidak bisa mengendalikan payungnya dengan sukses. "Payung tidak mengembang sempurna sejak anggota itu terjun dari pesawat," kata Sagom.Karena payung bermasalah, sang personel pun seakan-akan terjun bebas. Beruntung sang penerjun payung ini nyangkut di pohon di kawasan Lanud. "Anggota itu hanya mengalami luka kecil, lecet-lecet," kata Sagom.Setelah dievakuasi dari pohon, penerjun payung itu kemudian dilarikan ke RS TNI AU yang berada di kompleks Lanud Halim untuk diperiksa kesehatannya.Peringatan HUT TNI AU 9 AprilUpacara peringatan TNI AU sendiri akan digelar pada Minggu 9 April di Lanud Halim Perdanakusumah. Menurut Sagom, yang akan bertindak sebagai inspektur upacara adalah Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto.Dalam upacara HUT, akan digelar berbagai atraksi dengan mengerahkan pesawat-pesawat milik TNI AU, termasuk pesawat-pesawat tempur. Pesawat Sukhoi yang merupakan pesawat tempur terbaru yang dimiliki TNI AU juga akan dikerahkan untuk meramaikan udara Jakarta.
(asy/)











































