Akbar: Tidak Pantas Wacanakan Wapres Sekarang
Kamis, 06 Apr 2006 12:00 WIB
Solo - Akbar Tandjung menilai wacana yang dilontarkan Partai Demokrat (PD) mencari cawapres untuk mendampingi SBY dalam Pilpres 2009 tidak sepantasnya dilontarkan sekarang. Menurut dia, masih banyak persoalan riil yang harus ditangani Yudhoyono dan Kalla. "Saya kira itu (pencarian cawapres untuk 2009 -red) terlalu dini dilakukan. Masih panjang masa pemerintahan yang sekarang ini. Silakan saja kalau hal itu dilakukan di waktu sudah mendekati Pilpres, katakanlah misalnya setahun menjelang Pilpres digelar." Demikian pendapat mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut kepada wartawan di sela-sela mengikuti 'jalan-jalan ke kampung batik' di perkampungan Laweyan Solo, Kamis (6/4/2006). Acara itu digelar Yayasan Warna Warni Indonesia yang dipimpin istrinya, Krisnina Maharani Akbar Tandjung. Akbar menilai saat ini masih terlalu banyak persoalan riil dalam masyarakat yang harus segera ditangani oleh pasangan Yudhoyono dan Kalla (SBY-JK) selaku pemerintah yang dipilih secara berpasangan dalam Pilpres. Lebih baik jika SBY-JK lebih memfokuskan lagi perhatiannya pada berbagai persoalan itu. "Beri kesempatan dulu pemerintahan yang sekarang ini menangani berbagai masalah baik bidang ekonomi, tenaga kerja, politik dan lain-lainnya. Dampak kenaikan BBM yang lalu saja hingga kini masih sangat dirasakan rakyat dan belum tertangani secara tuntas oleh Pemerintah," lanjut dia. Namun demikian Akbar mengakui bahwa masing-masing partai politik memiliki kebebasan untuk melakukan program partai secara internal. Hal yang sama juga berlaku pada Partai Demokrat selaku partai pendukung utama Yudhoyono yang bertekad akan menyalonkannya lagi pada Pilpres 2009 nanti. "Menurut saya terserah saja kalau persoalan pencarian figur cawapres dan sebagainya itu menjadi wacana internal partai. Namun menjadi tidak sepantasnya jika wacana seperti itu diluncurkan keluar menjadi konsumsi umum pada saat ini," demikian Akbar Tandjung.
(asy/)











































