Ahli Nilai Maraknya Jual Beli Daging Anjing Dapat Rugikan Konsumen

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 09:58 WIB
Small puppy white golden Labrador dog playing outdoors.
Ilustrasi (Getty Images/SanyaSM)

Sementara itu, pengamat Hukum Universitas Trisakti, Abdul Fickar menyebut bahwa anjing bukanlah hewan ternak yang dipotong untuk dikonsumsi, tetapi, binatang peliharaan. Menurutnya, dengan adanya potensi tersebut maka Kementerian Kesehatan mengeluarkan larangan untuk mengkonsumsi daging anjing. Kini sudah saatnya Kementerian Perdagangan sebagai penanggungjawab atas perlindungan konsumen melakukan upaya-upaya nyata untuk melarang penjualan daging anjing di pasar-pasar.

"Anjing bisa dimanfaatkan sebagaimana sifatnya yang melindungi, namun anjing bukanlah pakan atau makanan. Karena disamping berpotensi mengandung penyakit rabies, juga bagi sebagian orang Indonesia yang beragama Islam juga bersifat haram untuk dimakan," kata Fickar.

Sebelumnya, Animal Defenders Indonesia (ADI) melakukan somasi kepada platform jual beli online terkait hal tersebut. Ketua ADI Doni Herdaru mengungkapkan pada Januari 2020 telah disampaikan secara langsung dalam sebuah pertemuan.

"Kami mengatakan bahwa memfasilitasi hal yang melanggar perundangan adalah bentuk pidana dan turut serta dalam pelanggaran perundangan tersebut," ujar Doni dalam keterangannya, dikutip Sabtu (4/9/2021).


(asp/mae)