Elemen-Alumni Unsoed Dukung Penganugerahan Profesor ke Jaksa Agung

Arbi Anugrah - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 07:41 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin bicara terkait kasus Jiwasraya. Kasus itu pun kini tengah dalam tahap penyidikan dan diduga mengarah pada tindak pidana korupsi.
ST Burhanuddin (Grandyos Zafna/detikcom)
Banyumas -

Berbagai elemen mahasiswa dan alumni Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (FH Unsoed) Purwokerto menyatakan sikap mendukung penganugerahan Profesor kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin yang akan dilaksanakan Jumat (10/9) pagi ini. Jaksa Agung dinilai mempunyai kontribusi dalam restorasi justice dalam hukum pidana.

"Kami mendukung langkah dari Fakultas Hukum khususnya dan Universitas Jenderal Soedirman pada umumnya," kata Menteri Adkesma BEM FH Unsoed, Fadlan Naufal Aditya, kepada wartawan, Kamis (9/9/2021).

Menurut dia, untuk proses tersebut setidaknya pihaknya mendapati dua hal. Yang pertama secara formal ST Burhanuddin memang memenuhi prasyarat untuk mendapatkan status sebagai guru besar mengingat ST Burhanuddin telah memiliki gelar doktor dan juga sebagai dosen luar biasa FH Unsoed. Dia mengatakan jika ada pihak yang kurang setuju dengan adanya penganugerahan gelar Profesor oleh Unsoed menurutnya wajar.

Unsoed dukung Profesor Jaksa AgungElemen Unsoed dukung gelar Profesor ke Jaksa Agung (Arbi Anugrah/detikcom)

"Kemudian komitmennya untuk pemberantasan korupsi juga cukup besar setidaknya dalam perkara Jiwasraya dan Asabri telah membuktikan perkara yang selama ini rumit akhirnya terproses juga," ujar Fadlan.

Elemen mahasiswa lain yang mendukung antara lain Ikatan Alumni Magister Ilmu Hukum Program Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman. Kemudian Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Hukum , BEM FH Unsoed, Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol), DPD KNPI Banyumas, SAPMA Pemuda Pancasila Universitas Jenderal Soedirman dan Gerakan Mahasiswa Peduli Tanah Air (Gempita).

Mereka menyatakan bangga dengan terbitnya Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor : 37421/ MPK.A/ KP.05.00/2021 Tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Akademik Dosen Tidak Tetap dan Pengangkatan Jabatan Profesor Ilmu Hukum Pidana kepada ST Burhanuddin.

Di mana keputusan tersebut diinisiasi dan diusulkan oleh para Guru Besar pada Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Kemudian pengangkatan jabatan Profesor kepada ST Burhanuddin telah melalui tahapan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 40 Tahun 2002 Tentang Pengangkatan Profesor Kehormatan/ Guru Besar Tidak Tetap Pada Perguruan Tinggi.
Selain itu ketentuan Pasal 2 Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 88 Tahun 2003 Tentang Pengangkatan Dosen Tidak Tetap Dalam Jabatan Akademik Pada Perguruan Tinggi Negeri.

"Oleh karenanya para Guru Besar menilai telah memenuhi semua persyaratan secara akademis maupun secara Administratif berdasarkan berita acara usul kenaikan jabatan Profesor sebagai dosen tidak tetap," kata pengurus BEM Fakultas Hukum Unsoed, Rio Putra Pratama.

Dia juga menjelaskan jika pengangkatan Profesor Kehormatan kepada ST Burhanuddin diharapkan menjadi teladan dan motivasi bagi generasi muda penerus bangsa khususnya kalangan civitas akademik di FH Unsoed.

"Sebab dalam penilaian dari banyak para Guru Besar Ilmu Hukum Pidana yang kemudian bertindak menjadi promotor, menilai dengan seksama ST Burhanuddin telah memberikan kontribusi nyata atas inovasi keilmuan yang dapat kita dikembangkan di masa mendatang sebagai jalan tengah antara sistem hukum civil law dan common law," ucap Rio.

Selanjutnya pengalaman ST Burhanuddin sebagai praktisi hukum pidana serta segenap pengetahuan istimewa tersebut mampu ditularkan dan dijadikan rule model sebagai tauladan serta dorongan motivasi bagi generasi penerus bangsa khususnya bagi segenap civitas akademik di lingkungan Unsoed.

"Khususnya dalam membuat suatu kajian-kajian keilmuan yang tentu akan sangat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta kemajuan di bidang ilmu hukum pidana yang penyelesaian perkaranya tidak lagi berorientasi kepada pemidanaan," urai Rio.

Sedangkan menurut Ketua Ikatan Alumni Magister Ilmu Hukum, Yudo F Sudiro mengatakan jika pihaknya sangat mengapresiasi khususnya kepada Unsoed atas gelar kehormatan pada Jaksa Agung khusus ilmu Restorative justice. Dia menilai jika ilmu tersebut ke depannya akan sangat diperlukan dalam sistem hukum di Indonesia.

"Harapan saya ke depan Unsoed khususnya bisa mengambil tokoh tokoh nasional untuk bisa menjadi guru besar atau pengajar di Unsoed, sehingga Unsoed ke depan bisa di sejajarkan dengan universitas universitas lain seperti UGM, UI atau Undip. Kami mendukung penuh apa yang sudah dilakukan Unsoed akan menjadi sejarah baru dunia pendidikan khususnya di Banyumas," ujar Yudo.

(asp/asp)