Round-Up

5 Fakta Aksi Warga Iran Bikin Pabrik Sabu di Tangerang Omzet Miliaran

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 05:47 WIB
Polres Jakbar bongkar pabrik sabu di Tangerang
Polres Jakbar bongkar pabrik sabu di Tangerang (Karin/detikcom)
Jakarta -

Polisi membongkar pabrik sabu di perumahan elite di kawasan Kelapa Dua, Tangerang. Pabrik sabu tersebut dioperasikan jaringan internasional yang melibatkan 2 orang pria Warga Negara (WN) Iran.

Pabrik sabu tersebut digerebek oleh Tim Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat pada Rabu (1/9) lalu. Di lokasi tersebut polisi menangkap 2 WN Iran, BF (31) dan FS (31).

Pabrik sabu tersebut diketahui telah beroperasi sejak 4 bulan lalu. Kedua pelaku mendatangkan bahan baku (prekusor) sabu dari Turki.

Berikut fakta-fakta terkait pengungkapan pabrik sabu tersebut:

1. Modus Operandi Baru

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan jaringan ini mendatangkan bahan baku tersebut dari Turki. Mereka menggunakan modus baru dalam penyelundupan prekusor ini untuk menghindari kecurigaan petugas di bandara.

"Modus baru yang dikirim adalah bahannya yang sudah setengah jadi, dalam bentuk jel untuk mengelabui. Biasanya dia buat di manifesnya untuk makanan ya," ujar Kombes Yusri Yunus dalam jumpa pers di Polres Metro Jakbar, Jakarta Barat, Kamis (9/9/2021).

Bahan baku yang dikirim jaringan ini mendekati sempurna. Sabu yang dihasilkan pun dikategorikan kelas satu atau super dan kemudian dipasarkan dengan harga tinggi.

"(Bahan baku) itu sudah mendekati sempurna, nanti dibawa ke Indonesia sini ke pihak tersangka ini, kemudian dimasak lagi ulang, hasilnya adalah narkotika jenis sabu sabu kelas satu ya, ini betul-betul kelas super yang harganya cukup tinggi," ujarnya.


2. Simpan Sabu Siap Edar di Apartemen

Setelah berhasil memproduksi sabu, kedua tersangka menyimpannya di tempat lain. Mereka menyewa apartemen di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat untuk menyimpan sabu hasil produksinya.

"Di salah satu di perumahan elite di sana (Tangerang) untuk upaya mengelabui, di situlah tempat mereka tinggal dan membuat barang haram ini. Kemudian yang kedua ada TKP di apartemen di Menteng, Jakarta pusat," ucapnya.

Di TKP ini, polisi menyita 4,5 kilogram sabu yang disimpan dalam koper. Sabu tersebut siap diedarkan.

3. Produksi 20 Kg Sabu Per Bulan

Jaringan ini sudah 4 bulan mengoperasikan pabrik sabu tersebut. Produksi mereka bisa mencapai puluhan kilogram sabu per bulan.

"Setiap bulan dia bisa mampu untuk memproduksi 10-15 Kg ya, bahkan sampai 20 Kg sabu. Dipasarkan di daerah sekitar Jakarta sini, kita dalami lagi. Tetapi mereka ini memproduksi sabu tersebut, pengirimannya juga sudah beberapa kali, biasanya ia mengirim dalam bentuk jel," tuturnya.

"Barang buktinya kalau di pasaran Rp 7,5 milyar harganya dari 4,5 Kg sabu ini," tambah Yusri.

Simak juga video 'Melihat Rumah Mewah yang Dijadikan Pabrik Sabu WN Iran di Karawaci':

[Gambas:Video 20detik]




Baca di halaman selanjutnya, perlintasan kedua WN Iran