Pihak Terlapor Tegaskan Tak Ada Tekanan ke Korban Pelecehan Seks di KPI

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 15:43 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Ilustrasi Pelecehan Seksual (iStock)
Jakarta -

Pihak RD dan EO, dua orang terlapor dari kasus dugaan pelecehan dan perundungan, menegaskan tak menekan pihak pelapor. Kedua terlapor lewat kuasa hukumnya mengaku tidak pernah memberikan tekanan, apalagi ancaman ke MS.

"Saya pastikan tidak ada (tekanan). Saya dari kemarin bersama klien jadi nggak ada tuh pengancaman. Justru silakan ditanyakan ke KPI sumbernya kredibel atau tidak," kata pengacara RD dan EO, Tegar Putuhena, saat dihubungi, Kamis (9/9/2021).

Sebelumnya, orang dekat korban menyebut ada desakan dan tekanan kepada MS untuk mencabut laporan serta memulihkan nama baik terlapor. Tegar menuding sumber itu sebagai pihak yang menginginkan kasus ini berlarut-larut.

"Saya kuasa hukum dari klien sudah tahu siapa sumber anonimnya dan saya pastikan orang ini adalah pihak-pihak yang masih menginginkan perkara ini terus berlarut-larut demi kepentingan pribadi orang-orang tertentu yang ada di KPI," katanya.

Selain itu, Tegar meminta MS bersuara perihal kabar adanya tekanan dan paksaan untuk mencabut laporannya tersebut. Dia curiga ada pihak-pihak lain yang mencoba memanfaatkan permasalahan yang melibatkan kliennya dengan MS.

"Lalu silakan dikonfirmasi ke saudara MS apakah dia diancam atau tidak? Karena kalau memang sudah dapat informasi di sana nggak di sini nggak, lalu pihak di tengah yang bermain ini siapa? Itu yang kita patut curiga," ujar Tegar.

"Persoalan ini dia tidak berdiri sendiri ini bukan cuma persoalan yang lagi ramai. Tapi bisa jadi ada hal lain lebih penting dan menyangkut kepentingan yang lebih penting juga dan kemudian ditunggangi oleh pihak-pihak yang merasa penting juga, kita nggak tahu," tambahnya.

(hri/tor)