Wakil Ketua MPR: Dengan Bersatu Kita Bisa Hadapi Pandemi

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 12:29 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan masa pandemi harus menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Sebab, dengan itu Indonesia mampu menghadapi pandemi.

Rerie, sapaan akrab Lestari, menuturkan konsensus kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, telah menjadi perekat bangsa dan teruji dalam menghadapi krisis sejak Indonesia merdeka tahun 1945.

"Karena dengan bersatu kita bisa menghadapi tantangan (pandemi) ini," kata Rerie dalam keterangannya, Kamis (9/9/2021).

Saat menghadiri dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR di Purwokerto, Jawa Tengah secara virtual, Rabu (8/9) kemarin Rerie mengungkapkan masyarakat melihat pandemi COVID-19 sebagai sebuah ancaman.

"Tidak hanya berdampak pada masalah kesehatan saja, tapi juga memiliki efek pada ancaman stabilitas masyarakat," ujarnya.

Rerie menambahkan sebuah survei (Word Cloud Analysis) menunjukkan gotong royong merupakan nilai dasar ideologi kebangsaan yang saat ini diperlukan dalam rangka mempererat tali kebangsaan dengan memperkuat persatuan bangsa.

"Semangat solidaritas dan kolaborasi antar daerah lebih diutamakan daripada kompetisi dalam upaya menghentikan rantai penyebaran wabah," imbuhnya.

Rerie menegaskan karakter bangsa diturunkan dari empat konsensus kebangsaan yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Karakter bangsa itu antara lain saling hormat menghormati, rasa kebersamaan dan tolong menolong, rasa persatuan dan kesatuan, rasa peduli dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sikap dan perilaku yang menggambarkan nilai-nilai kebangsaan.

"Karakter berbangsa ini diuji dalam hidup bermasyarakat terutama saat menghadapi tantangan seperti halnya pandemi COVID-19," tegasnya.

Rerie pun memberi contoh dampak COVID-19 di Jawa Tengah. Pengangguran terbuka pada Februari 2021 tercatat naik 5,59%, atau 1,12 juta dibandingkan pada sebelum pandemi Februari 2020. Sebanyak 11.438 pekerja di-PHK di Jateng. Selain itu, 5.400 anak di Jawa Tengah kehilangan orangtua karena Covid-19.

Walau begitu, Rerie menyebutkan pandemi COVID-19 pasti berlalu. Manusia pasti bertahan, sebagian hidup dalam dunia yang berbeda.

"Keputusan kini tentukan masa depan. Kita tidak hanya berhadapan dengan wabah, tetapi juga ujian terhadap kemanusiaan," ucapnya.

Sosialisasi Empat Pilar MPR yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat diikuti anggota DPC Partai Nasdem Banyumas, Himpunan Guru Paud Banyumas, para pendamping keluarga harapan, mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai kampus di Banyumas.

Sosialisasi kerjasama MPR dengan Gelora Serayu menghadirkan narasumber anggota MPR Fraksi Partai Nasdem Sugeng Suparwoto, anggota DPRD Kabupaten Banyumas Djadjat Sudrajat, dan staf pengajar ilmu politik Fisip Unsoed, Andi Ali Said Akbar.

(ega/ega)