Pilu TKW Asal Polman: Majikan Bayar Gaji Kurang-Agen Minta Tebusan

Abdy Febriady - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 20:28 WIB
Seorang TKW asal Polman, Sulbar, sempat kabur dari rumah majikan di Dubai karena digaji kurang. Dia juga sempat ditahan dan dimintai tebusan oleh agen (Abdy/detikcom)
Seorang TKW asal Polman, Sulbar, sempat kabur dari rumah majikan di Dubai karena digaji kurang. Dia juga sempat ditahan dan dimintai tebusan oleh agen. (Abdy/detikcom)
Polewali Mandar -

Nurjanna (44) sedang mengalami masa-masa sulit di Uni Emirat Arab. Tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Banua Baru, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), ini sedang berusaha pulang ke Indonesia.

Namun, niatnya pulang ke kampung halaman terkendala ketiadaan biaya. Sudah sepekan Nurjanna mengamankan diri di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Dubai, Uni Emirat Arab.

"Dia (Nurjanna) sudah di kedutaan, kabur ke kedutaan dari tempatnya ditahan. Kendalanya masalah biaya pengurusan pemulangan, butuh biaya sekitar Rp 15 (juta)," ungkap suami Nurjanna, Firdaus, kepada wartawan di rumahnya, Rabu (8/9/2021).

Nurjanna, yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga (ART), sempat kabur dari rumah majikannya di Dubai. Ibu tiga anak tersebut kabur setelah enam bulan bekerja lantaran ketidaksesuaian gaji yang diterima.

"Ada masalah perjanjian kerja, artinya masalah gaji tidak sesuai. Perjanjian awal dia digaji sebanyak 1.200 dirham setiap bulannya, namun yang diterima tidak seperti itu," terang Firdaus.

Seorang TKW asal Polman, Sulbar, sempat kabur dari rumah majikan di Dubai karena digaji kurang. Dia juga sempat ditahan dan dimintai tebusan oleh agen (Abdy/detikcom)Nurjanna saat ini mengamankan diri di KJRI di Dubai. (Abdy/detikcom)

Menurut Firdaus, ketika kabur, Nurjanna hanya membawa selembar pakaian yang melekat di tubuhnya. Dia sempat bersembunyi bersama TKI lain yang nasibnya serupa.

"Dia kemudian mencari kerja di tempat lain, berharap bisa mengumpulkan uang untuk biaya kembali ke kampung halaman," ujar Firduas.

Ditahan-Diminta Tebusan oleh Agen

Namun malang, Nurjanna ditemukan oleh agen tenaga kerja yang memfasilitasinya di Dubai. Oleh agen, Nurjanna sempat ditahan, yang kemudian meminta uang tebusan kepada keluarga di Indonesia sebanyak Rp 30 juta.

"Dia ditangkap (agen) di tempat kerja baru, sempat dimintai tebusan, kalau uang di sana 7.500 dirham, totalnya sekitar Rp 30 juta," turur Firdaus lirih.

Beruntung, setelah sempat ditahan oleh agen, Nurjanna berhasil kabur kemudian mengamankan diri di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Dubai. Firdaus berharap pemerintah memberikan perhatian, membantu memulangkan Nurjanna ke kampung halaman.

"Harapan saya, bisa dibantu kasihan pemulangannya," pinta Firdaus singkat.

Kecamatan Wonomulyo Koordinasi dengan Dinas Terkait

Terkait kondisi yang dialami warganya, Sekcam Wonomulyo Samiaji mengaku telah mengkoordinasikan masalah ini dengan dinas terkait.

"Tadi ini kita sudah berkunjung ke rumah TKI kita yang bermasalah di Dubai. Saya sudah hubungi pak desa dan mengkoordinasikan dengan Dinas terkait, agar bisa difasilitasi dan dibantu untuk pemulangan TKI tersebut," kata Samiaji.

Untuk diketahui, Nurjanna berangkat ke Dubai sebagai ART pada akhir Oktober 2020. Selama bekerja di Dubai, Nurjanna sudah sudah dua kali mengirim sejumlah uang kepada keluarga di Indonesia.

Sebelum bekerja di Dubai, Nurjanna juga pernah bekerja sebagai asisten rumah tangga di Arab Saudi selama dua tahun.

(jbr/jbr)