Wakil Camat Setiabudi Akui Salah Ketik LHKPN, Tanahnya Bukan Rp 900 M

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 16:11 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama menyambangi gedung KPK, Jakarta, Kamis (9/1/2020). Wishnutama mengaku hendak menyetorkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara (LHKPN).
Ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Wakil Camat Setiabudi, Jakarta Selatan, Jan Hider Osland bikin heboh lantaran LHKPN yang disetor memiliki tanah senilai Rp 900 miliar. Jan pun mengakui dia salah ketik ketika membuat laporan harta.

Dalam LHKPN yang diakses Rabu (8/9) hari ini, Hider melaporkan kekayaan terakhir kali pada Maret 2021. Jan melaporkan kepemilikan atas dua unit tanah dan bangunan di Kota Depok. Gegara laporan itu, Jan duduk dalam deretan pejabat terkaya di Indonesia.

Berikut ini detailnya:

1. Tanah dan Bangunan Seluas 286 m2/400 m2 di KAB / KOTA KOTA DEPOK, HASIL SENDIRI Rp. 1.550.000.000
2. Tanah dan Bangunan Seluas 356 m2/200 m2 di KAB / KOTA KOTA DEPOK, HASIL SENDIRI Rp. 956.628.000.000

Dimintai konfirmasi terpisah, Jan mengakui ada salah ketik saat menyetorkan LHKPN. Seharusnya data yang masuk bukan Rp 900 miliar, melainkan Rp 900 juta.

"Itu hanya kesalahan ketik, nilai tanah itu sesungguhnya Rp 956.628.000, bukan Rp 956.628.000.000 sebagaimana bukti PBB," ujar Jan kepada wartawan.

Dia juga mengatakan tidak mungkin harga tanah di Depok untuk per meternya seharga Rp 2 miliar. Dia pun berani menunjukkan bukti-bukti soal kepemilikan tanah itu.

"Nggak mungkin harga tanah per meter di Depok Rp 2 miliar per meter. Nanti boleh saya tunjukkan datanya," katanya.

KPK sudah menyatakan ada 95 persen laporan pejabat tak akurat, sehingga sangat besar kemungkinan Jan salah input data.

"Berita buruknya, di samping kecepatan verifikasi ini, ternyata 95 persen LHKPN yang kita lakukan pemeriksaan detail terhadap kebenaran isinya itu 95 persen memang tidak akurat secara umum," beber Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan dalam diskusi webinar LHKPN yang disiarkan di YouTube KPK RI, Selasa (7/9).

Lihat juga video 'KPK Ungkap Harta Pejabat Rata-rata Tambah Rp 1 M Selama Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/dhn)