Koster Ungkap Banyak Kasus Kematian COVID di Bali karena Masuk RS Sudah Parah

ADVERTISEMENT

Koster Ungkap Banyak Kasus Kematian COVID di Bali karena Masuk RS Sudah Parah

Sui Suadnyana - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 08:46 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster. (dok. Pemprov Bali)
Gubernur Bali Wayan Koster (Dok. Pemprov Bali)
Denpasar -

Gubernur Bali Wayan Koster mengungkap penyebab kematian pasien COVID-19 di Pulau Dewata. Menurutnya, kematian disebabkan karena warga terlambat melakukan tes dan masuk rumah sakit (RS) dalam kondisi parah.

"Saya perlu menyampaikan bahwa banyak kasus kematian terjadi karena warga terlambat melakukan testing swab PCR dan masuk ke rumah sakit dalam kondisi sudah parah," kata Koster dalam keterangan tertulis yang dikutip detikcom, Rabu (8/9/2021).

Menurutnya, kondisi seperti itu dapat membahayakan nyawa pasien. Bahkan pasien tidak bisa diselamatkan ketika mengalami perawatan di rumah sakit.

Karena itu, Koster meminta warga Bali yang mengalami kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif agar berinisiatif dan bersedia untuk mengikuti tracing yang dilaksanakan oleh TNI dan Polri.

"Bagi krama Bali yang mengalami gejala awal demam, pilek, batuk, sesak napas, hilang indra penciuman dan perasa agar segera melakukan testing swab berbasis PCR," katanya

Kemudian, bagi warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 tanpa gejala dan gejala ringan, Koster meminta segera berinisiatif melakukan isolasi terpusat (isoter). Isoter telah disiapkan oleh pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.

"Dilarang melakukan isolasi mandiri di rumah agar tidak menular kepada keluarga," tegasnya.

"Bagi yang terkonfirmasi positif COVID-19 dengan gejala sedang dan berat agar segera ke rumah sakit rujukan di wilayah masing-masing guna menghindari terjadinya kondisi yang memburuk dan membahayakan bagi diri sendiri," imbuhnya.

Selain itu, Koster mengimbau warga Bali agar mentaati dan melaksanakan protokol kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat serta bebas COVID-19 dengan memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan mentaati aturan (6M).

Bagi warga Bali yang belum mengikuti vaksinasi suntik ke-1 atau suntik ke-2, Koster juga meminta agar segera mengikuti vaksinasi di wilayah masing-masing untuk mengurangi risiko penularan COVID-19.

Sementara itu, data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Provinsi Bali pada Selasa (7/9) menunjukkan terdapat sebanyak 4.997 kasus aktif di Pulau Dewata. Jumlah itu berada di rumah sakit rujukan sebanyak 1.216 (24,33%), isoter 1.664 (33,30%), dan isolasi mandiri (isoman) 2.117 (42,37%).

(gbr/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT