Siswa di Ciamis Meninggal Usai Divaksin, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 08:07 WIB
Vaksinasi COVID-19 terus digencarkan. Salah satunya dilakukan oleh Pemuda Siaga Pandemi (PSP) Bervaksin di Kampus Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Jakarta.
Ilustrasi vaksin (Agung Pambudhy/detikcom)
Ciamis -

Siswa SMK di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, bernama Cahyono meninggal dunia sehari setelah divaksinasi Corona. Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman, meminta pemerintah segera menyelidiki kasus ini.

"Saya rasa ini harus dilakukan penyelidikan betul dan karena ini masuk dalam hal yang harus sangat disikapi serius dan cepat dan terbuka hasilnya disampaikan kepada publik," ujar Dicky lewat pesan suara kepada detikcom, Selasa (7/9/2021).

Dicky sendiri tak bisa berkomentar banyak terkait kasus ini. Namun, pemerintah, tegas Dicky, tak boleh tinggal diam dengan kasus kematian ini karena akan mempengaruhi opini publik soal vaksinasi Corona.

Dugaan awal disebutkan bahwa korban memiliki penyakit bawaan. Untuk itu, Dicky meminta pemerintah memastikan penyebab kematian korban.

"Pemerintah pusat harus bertindak kita juga ada Komnas KIPI ya, nah ini yang harus betul-betul ditelisik dicari tahu apa penyebabnya karena ini akan mempengaruhi opini publik," tuturnya.

"Bahwa ada penyakit bawaan atau apa pun vaksinasi ini walaupun memang ada potensi (kematian) tetapi amat sangat kecil sekali sehingga harus betul-betul dicari tahu apa. Saya secara pribadi, tetapi ini kan baru dugaan ya bisa jadi ada penyebab lain ini harus ditelisik dengan benar," lanjutnya.

Simak di halaman berikutnya.

Saksikan juga 'Fakta-fakta Pria Jakarta Meninggal Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca':

[Gambas:Video 20detik]