Rachland PD Yakin Laporan TPF Munir Tak Hilang: Pasti di Laci Istana

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 07 Sep 2021 14:41 WIB
Debat menjelang pemilihan kepala daerah rupanya tak hanya terjadi antar kandidat yang akan bertarung. Berawal dari adu argumen di Twitter, tiga relawan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta sepakat menggelar debat terbuka di dunia nyata. Ketiga relawan itu adalah politikus Budiman Sudjatmiko, Rachland Nashidik, dan Indra J Piliang.
Rachland Nashidik (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Elite Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik berbicara soal laporan tim pencari fakta (TPF) kasus pembunuhan Munir Said Thalib. Rachland menyebut laporan TPF Munir pasti ada di laci Istana Kepresidenan.

"Munir, hari ini, 17 tahun lalu, dibunuh di langit Romania. Ini kutipan yang sering ia sebut dalam banyak percakapan. 'To glorify democracy and to silence the people is a farce; to discourse on humanism and to negate people is a lie'. (Paulo Freire, Pedagogy of the Oppressed)," kata Rachland di akun Twitter-nya yang sudah diperkenankan untuk dikutip, Selasa (7/9/2021).

Rachland meyakini laporan TPF Munir tidak hilang. Dia menuding laporan TPF Munir ada di Istana dan juga dipegang penegak hukum. Sebab, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membagikannya kepada aparat kala itu.

"Omong kosong laporan TPF Munir hilang. Laporan pasti ada di Istana, tapi juga di laci para penegak hukum. Pada hari laporan itu disampaikan, Presiden SBY membagikannya pada mereka. Mungkin omong kosong hilang itu cermin upaya penguasa mengelak desakan mengusut sekutunya sendiri?" ujarnya.

Rachland menepis tuduhan yang menyebut SBY menghilangkan laporan TPF Munir. Menurutnya, rantai kasus Munir putus karena ada pihak yang dibebaskan pengadilan.

"Twist seolah laporan TPF dihilangkan SBY untuk mencegah pengungkapan pembunuhan Munir adalah hoax. Fakta keras: pemidanaan aktor aktor utama, dari Garuda hingga BIN, sudah dilakukan. Tapi rantai kasus putus karena Muchdi PR, Deputi V BIN saat Munir dibunuh, dibebaskan pengadilan," ucap Rachland.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.