Berkali-kali Holywings Kemang Langgar Aturan hingga Izin Operasi Dibekukan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 07 Sep 2021 13:03 WIB
Holywings Kemang Disegel Satpol PP
Holywings Kemang disegel Satpol PP. (Faiz/detikcom)
Jakarta -

Satpol PP DKI Jakarta membekukan izin operasional Holywings Tavern Kemang setelah melanggar aturan PPKM level 3. Holywings Kemang tidak boleh beroperasi selama pandemi karena sudah berkali-kali melanggar aturan.

"Berdasarkan data yang kami miliki, tempat ini sudah yang ketiga kali melakukan pelanggaran. Yang pertama pada Februari 2021, Maret 2021, kemudian kemarin tanggal 4 September," ujar Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin di Jakarta, Selasa (7/9/2021).

Sesuai Peraturan Daerah No 2 Tahun 2020, Satpol PP memberikan sanksi tegas kepada Holywings yang sudah melakukan pelanggaran berulang. Izin operasional Holywings dibekukan selama pandemi COVID-19.

"Mengacu pada Peraturan Daerah No 2 Tahun 2020, sanksi yang dikenakan kepada Holywings ialah pembekuan sementara izin beraktivitas secara operasional, izinnya kita bekukan," ujar Arifin.

"Ya (pembekuan izin) selama pandemi. Tetap dibekukan (saat Jakarta turun level PPKM)," tambah Arifin.

Didenda Rp 50 Juta

Bukan hanya izin operasionalnya dicabut, Holywings Kemang juga disanksi denda administratif atas pelanggaran kapasitas pengunjung tersebut.

"Kemudian dikenai sanksi denda administratif sebesar Rp 50 juta," imbuhnya.

Manajemen Holywings Kemang Pasrah

Manajemen Holywings Tavern Kemang pun pasrah menerima keputusan itu. Manajemen Holywings juga menerima didenda dan telah membayarkan benda tersebut, kemarin.

"Kami menerima apa yang sudah menjadi peraturan dari pemerintah. Dendanya sudah kita proses langsung hari (kemarin)," ujar Outlet Manager Holywings Tavern Kemang, Joseph Ado, kepada wartawan di Jakarta, Senin (6/9).

Joseph Ado mengakui pihaknya salah telah melanggar kapasitas pengunjung pada masa PPKM level 3 Jakarta.

"Kita di sini tetap ya, namanya kita sama-sama mencari uang, kita mencari makan, kita mengusahakan apa yang ada dulu. Tapi ternyata memang dari pemerintahnya sudah memberi kebijakan, kita juga mengakui kalau kita salah, jadi kita selaku dari Holywings ini kita juga menerima kesalahan itu dan menerima kebijakan itu," imbuhnya.

(mea/fjp)