Presiden Belum Tahu 6 Warga Papua Minta Suaka ke Aussie
Rabu, 05 Apr 2006 16:01 WIB
Ambon - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum mengetahui adanya informasi 6 warga Papua telah menyeberang ke Australia untuk meminta suaka.Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng kepada wartawan di VIP Room, Bandara Pattimura, Ambon, Rabu (5/4/2006), saat presiden bersama rombongan transit."Presiden belum mengetahui tentang informasi 6 warga Papua minta suaka ke Australia," kata Andi.Menurut Andi, Presiden telah menegaskan tidak ada warga Papua yang dikejar-kejar atau ada aparat pemerintah yang melakukan pelanggaran HAM terhadap warga Papua. "Seharusnya tidak ada alasan untuk meminta suaka ke Papua," kata Andi.Untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah warga yang akan menyeberang ke Australia, pengamanan perbatasan antara Australia dan Papua diperketat. Saat ini telah ditempatkan personel TNI untuk mengamankan perbatasan, sekaligus mengantisipasi adanya penyeberangan warga Papua ke Australia. Kendati demikian, jumlah personel belum dipastikan.Sementara mengenai 42 warga Papua pencari suaka yang mendapat visa sementara di Australia, Andi mengatakan, pemerintah Indonesia tidak akan menolerir jika ada keterlibatan elemen separatis, baik di Papua, Maluku maupun daerah lainnya. Pemerintah akan menindak tegas elemen tersebut.Presiden juga menyesalkan media di Indonesia maupun Australia yang telah terperosok dan terkesan berselera rendah dengan memuat karikatur yang tidak senonoh seperti sampah."Seharusnya pelajaran sudah kita ambil dari persoalan karikatur Nabi Muhammad, sehingga tidak terjadi penghinaan atau perbuatan tidak senonoh lewat karikatur," ujar Andi."Presiden menyarankan media-media menahan diri dan tidak melakukan pengembangan terhadap karikatur-karikatur ini," tandasnya.
(jon/)











































