ADVERTISEMENT

Pemkot Makassar Belum Berlakukan Sekolah Tatap Muka, Ini Alasannya

Ibnu Munsir - detikNews
Senin, 06 Sep 2021 21:47 WIB
Walkot Makassar Ramdhan Danny Pomanto. (Hermawan/detikcom)
Walkot Makassar Ramdhan 'Danny' Pomanto. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Wali Kota Makassar Danny Pomanto belum memberlakukan sekolah tatap muka di wilayahnya. Dia akan terlebih dahulu meminta pertimbangan Forkopimda dan epidemiolog.

"Saya akan minta pertimbangan Forkompinda dan epidemiologi tentang PTM, karena saya tidak akan pernah main main dengan PTM, karena ini menyangkut tentang keselamatan anak anak kita," kata Danny Pomanto saat ditemui di Kodim 1408 BS, Makassar, Senin (6/9/2021).

Jika nantinya sekolah tatap muka diberlakukan, Danny mengatakan pihaknya akan mempersiapkan tes antigen di setiap sekolah. Dia akan berkoordinasi dengan Forkopimda setempat.

"Kami tetap persiapkan, ada 200 ribu antigen yang kami siapkan, untuk memastikan anak anak kita sehat, untuk belajar tatap muka, tapi tergantung statusnya dan ini pasti saya akan bicarakan matang dengan Forkompinda untuk memutuskan," jelasnya.

"Persiapan akan dilakukan, 48 kriteria boleh kita penuhi, tapi kami tidak akan pernah main-main, kalau kita misalnya, iya kan berarti kita kawal sampai habis habisan ini barang (PTM). Kalau tidak memungkinkan pasti kita tegasi," tambahnya.

Danny menyebut pihaknya akan membuka sekolah tatap muka di daerah zona hijau. Proses pembelajaran tetap dilakukan dengan prokes ketat.

"Yah termasuk sekarang (Kecamatan Pulau), yang di laut itu rata rata rendah sekali, tapi kita pastikan dulu. (Kapan) belum tau, karena sekarang 37 (kasus), mudah mudahan sebentar masih di bawah 50 kan, syarat nya kuning, kalau merah orange tidak bisa, jadi intinya memburu kuning," terangnya.

Danny mengaku sejauh ini sejumlah kalangan memang mengusulkan sekolah tatap muka dibuka. Namun, Danny tetap pada keinginannya untuk tidak terlalu buru-buru membuka sekolah.

"Boleh diusulkan (PTM) tapi kondisi yang tau ini kan, kita kita, dewan pendidikan dalam bahasa pendidikan, iya, tuntutan ortu, tuntutan guru, anak anak mau PTM, tapi bagi kami ini kondisi ini kami yang paling tau, sehingga insyaallah kita akan penuhi itu, ketika kondisi memungkinkan," tutupnya.

(eva/eva)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT