Pemkot Kendari Izinkan Sekolah Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Sitti Harlina - detikNews
Senin, 06 Sep 2021 15:25 WIB
Pembelajaran tatap muka di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. (Sitti Harlina/detikcom)
Pembelajaran tatap muka di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. (Sitti Harlina/detikcom)
Kendari -

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengizinkan sekolah untuk memulai pembelajaran tatap muka. Para murid hingga guru wajib menjalankan protokol kesehatan (prokes) yang ketat selama berada di sekolah.

Seperti yang terlihat di SDN 84 Kendari, Senin (6/9/2021), tampak para murid hingga guru menjalankan protokol kesehatan ketat selama proses belajar-mengajar. Kepala SDN 84 Kendari, Hasfitria, mengatakan sekolah tatap muka bagi siswanya sudah mulai dilakukan berdasarkan surat dari wali kota.

"Hari ini baru mulai karena kan baru keluar rekomendasi dari bapak wali kota, jadi kita merujuk ke rekomendasi dari bapak wali kota yang mana hari ini dimulai tatap muka," terangnya.

Sebelum masuk kelas seluruh siswa diwajibkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu, memakai masker dan tetap harus menjaga jarak. Pihak sekolah juga membagi siswa yang akan masuk sekolah.

"Ada pembagiannya, ada sekolah kecil, sedang, dan besar. Sekolah kami masuk sekolah besar sehingga dalam seminggu diberikan waktu untuk belajar setiap siswanya itu 2 kali," jelasnya.

Pembagian sesi dilakukan untuk menghindari kerumunan sehingga dalam satu kelas siswanya akan dibagi lagi, jadi jaga jarak tetap diterapkan meskipun dalam kelas.

"Hari ini yang masuk itu kelas I dan kelas VI, hari ini ada dua sif," katanya.

Sementara itu, Kiki salah seorang orang tua murid mengaku senang dengan proses pembelajaran secara tatap muka. Pasalnya, anak-anak, selain bisa belajar, bisa bertemu dengan teman-temannya.

"Tentu senang kalau tatap muka, karena kan kalau di rumah biasa orang tua sibuk, kalau di sekolah guru lebih bisa," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum proses belajar tatap muka, seluruh orang tua siswa diwajibkan untuk menandatangani surat persetujuan proses belajar tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Prokes tentu, kan kalau orang tua tidak setuju atau tidak tangan, anaknya juga tidak masuk," pungkasnya.

(nvl/nvl)