Satpol PP Minta Maaf Sempat Sebut Senam di Jakbar Kejadian Lama

Tim detikcom - detikNews
Senin, 06 Sep 2021 14:06 WIB
Video senam ibu-ibu di kawasan Puri Indah, Jakarta Barat
Foto: dok. tangkapan layar Twitter Rudi Valinka
Jakarta -

Satpol PP Jakarta Barat kini mengakui senam massal di kawasan Puri Indah yang viral merupakan kejadian yang terjadi pada hari Minggu kemarin. Satpol PP minta maaf sempat menyebut senam massal itu kejadian lama.

"Dia (penyelenggara senam) sudah janji nggak bikin lagi. Saya mohon maaf ya saya salah persepsi, saya pikir kejadian yang sebelumnya, karena fotonya sama, orangnya sama," ujar Kasatpol PP Jakbar Tamo Sijabat, kepada wartawan, Senin (6/9/2021).

Tamo mengatakan penyelenggara senam itu yakni 'Sanggar Pungky'. Pungky selaku pemilik sanggar dan instruktur senam pernah disanksi September 2020 lalu.

Pungky pernah disanksi denda karena melanggar aturan berkerumun lebih dari lima orang. Kini, Satpol PP sudah melakukan tindakan dengan memberi sanksi denda senilai Rp 2 juta.

"Jadi dendanya Rp 2 juta, sudah dibayar sama dia. Buat pernyataan tidak mengulangi lagi," tuturnya.

Tamo mengatakan, Pungky selaku penyelenggara senam tidak mengetahui aturan olahraga selama PPKM level di Jakarta. Padahal, untuk kegiatan olahraga diatur hanya dilakukan di fasilitas olahraga dengan sejumlah ketentuan.

"Dia katanya nggak tahu peraturannya dia merasa pokoknya bisa senam outdoor, kan di Kepgub jelas di fasilitas olahraga, ini kan di jalan raya. Dia bilang 'kan sudah bisa senam'. Ya disesuaikan Kepgubnya aja, dia pikir bisa dimana aja," tutur Tamo.

Sebelumnya, Rudi Valinka, yang membuat video tersebut pada Minggu pagi menjelaskan kejadian senam itu bermula saat dia dikagetkan suara musik keras. Dalam video itu, tampak ibu-ibu sedang melakukan aktivitas senam dengan menutup jalan diiringi suara musik yang keras.

"Kemarin saya lagi nginap di salah satu apartemen di sekitar situ, pagi-pagi sekitar jam 6-an tersentak bangun mendengar suara musik keras sekali, lalu keluar melihat dari balkon ini hasilnya (sambil menyertakan video)," kata Rudi saat dihubungi detikcom, Senin (6/9/2021).

Kejadian itu diperkirakan terjadi pada pukul 06.00-08.00 WIB pagi. Rudi mengatakan, berdasarkan keterangan warga sekitar, setiap minggu terdapat kegiatan senam serupa. Namun, Rudi menggarisbawahi, dia tidak mempersoalkan aktivitas senam tersebut. Dia hanya menyoroti musiknya yang kelewat kencang.

"Saya nggak masalah soal senamnya, kok. Musiknya saja yang terlalu keras," ujarnya.

Tonton video 'Awalnya Membantah, Satpol PP Kini Akui Senam Massal di Jakbar Kejadian Baru':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/fjp)