Kasus Perusakan Masjid Ahmadiyah, PKS Sarankan Pendekatan Restoratif

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 06 Sep 2021 05:35 WIB
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, Bukhori Yusuf (Dok. Istimewa)
Foto: Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, Bukhori Yusuf (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS, Bukhori Yusuf meminta polisi hati-hati dalam menyelidiki kasus perusakan masjid Ahmadiyah di Tempunak, Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar). Bukhori menilai kasus yang tengah ditangani itu sangat sensitif.

"Harus hati-hati dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kericuhan yang lebih luas. Jika dapat dilakukan dengan pendekatan restoratif akan lebih baik," kata Bukhori kepada wartawan, Minggu (5/9/2021).

Perusakan itu diduga terjadi lantaran warga kecewa karena Pemkab Sintang hanya menghentikan operasional masjid, padahal, mereka menuntut agar masjid itu dibongkar. Bukhori menilai harusnya polisi bergerak lebih sigap karena kasus itu sensitif.

"Aparat dan Pemda juga harus sigap tidak menunggu adanya kericuhan. Karena ini menyangkut hal-hal yang sensitif, polisi harus peka, Pemda juga harus memperhatikan betul aspirasi umatnya jangan biarkan hal itu sebagai faktor pemicu," kata dia.

Lebih lanjut, Bukhori menyinggung Ahmadiyah yang sudah ditetapkan MUI sebagai sekte sesat. Namun demikian, dia meminta masyarakat memilih cara yang damai dalam menghadapi Ahmadiyah itu.

"Ahmadiyah adalah salah satu sekte yang dinyatakan MUI sebagai aliran sesat, berbeda ketika Ahmadiyah merupakan suatu agama maka dia dapat diperlakukan lain. Meski demikian sebagai umat yang beradab tetap harus mendahulukan dalam segala halnya dengan cara-cara yang damai termasuk terhadap Ahmadiyah," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, ratusan orang merusak Masjid Ahmadiyah di Tempunak, Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar). Situasi bisa diredam usai ratusan personel kepolisian turun tangan.

Selain merusak Masjid, menurut polisi, massa juga membakar sebuah bangunan di sekitar masjid.

"Ada. Yang sempat terbakar adalah gudang material di samping masjid. Untuk masjid ada bagian yang rusak karena lemparan batu," ujar Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Donny Charles Go, saat dimintai konfirmasi, Jumat (3/9).

Polisi telah menangkap pelaku perusakan. Ada 10 orang yang diamankan.

"Sudah ada 10 orang yang diamankan," ujar Kabid Humas Polda Kalimantan Barat Kombes Donny Charles Go kepada detikcom, Minggu (5/9).

Simak video 'Perusakan Masjid Ahmadiyah: Banjir Kecaman hingga Pelaku Ditangkap':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/gbr)