Round-Up

Suara-suara Ormas Islam Mengecam Perusakan Masjid Ahmadiyah

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 05 Sep 2021 22:02 WIB
Jakarta -

Masjid Ahmadiyah di Tempunak, Sintang, dirusak sekitar seratusan orang. Massa juga membakar bangunan yang ada di samping masjid. Ormas Islam-ormas Islam mengecam serangan ini.

"Ada. Yang sempat terbakar adalah gudang material di samping masjid. Untuk masjid ada bagian yang rusak karena lemparan batu," ujar Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Donny Charles Go, menjelaskan kasus perusakan masjid Ahmadiyah, Jumat (3/9/2021).

Donny mengatakan aksi tersebut diduga dipicu warga yang kecewa karena Pemkab Sintang hanya menghentikan operasional masjid. Padahal, kata Donny, mereka menuntut agar masjid itu dibongkar.

"Tidak ada korban jiwa. Kalau warga Ahmadiyah sudah diamankan oleh personel kita sejak Agustus lalu," imbuhnya.

Dalam video yang dilihat detikcom, sejumlah orang melakukan perusakan di sekitar masjid. Ratusan polisi berada di lokasi. Massa perusak memukul bangunan dengan menggunakan bambu. Perekaman video berteriak meminta aparat bertindak.

Kecaman dari MUI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mendapatkan informasi tentang perusakan Masjid Ahmadiyah di Tempunak, Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar). MUI pun terus memantau perkembangan kasus perusakan tersebut.

"Menurut keterangan Sekum MUI Kalbar, masalahnya sudah ditangani oleh MUI Sintang dan pihak-pihak terkait di sana, seperti kepolisian dan lain-lain," kata Ketua Bidang Pengkajian dan Penelitian MUI, Prof Utang Ranuwijaya, kepada wartawan, Sabtu (4/9/2021).

Utang mengatakan bahwa sebelum terjadi perusakan sudah ada koordinasi pihak-pihak terkait membahas kegiatan jamaah Ahmadiyah di sana. Menurutnya, berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) 3 Menteri, memang kelompok Ahmadiyah tidak boleh menggelar kegiatan pengajian atau dakwah.