DPD Resmikan Program Pemberdayaan Masyarakat Desa di Lampung

Syahputra Eqqi - detikNews
Sabtu, 04 Sep 2021 16:26 WIB
DPD RI
Foto: dok. DPD RI
Jakarta -

Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, melakukan kunjungan kerja dengan menghadiri penandatanganan MoU dan launching Program Desa Emas nersama Satmakura di MS Town Beach, Pantai Mutun, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

La Nyalla mengatakan mendukung pemberdayaan masyarakat desa, serta kegiatan yang dilakukan oleh elemen masyarakat dalam membantu pembangunan bangsa.

"Apalagi saat ini pandemi COVID-19 membuat semua sektor terpuruk. Karena itu, diperlukan peran aktif masyarakat dalam membantu pemulihan ekonomi. Bangsa ini harus cepat kembali bangkit dari keterpurukan ekonomi dengan mendorong dan menggerakkan sendi-sendi perekonomian. Kita berharap juga terwujud ketahanan pangan melalui pemberdayaan masyarakat," ujar La Nyalla dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/9/2021).

La Nyalla melanjutkan, Program Desa Emas yang diinisiasi DPD diharapkan dapat menjadi momentum dalam rangka membangun desa di Lampung.

"DPD sangat mendukung program unggulan pembangunan pedesaan. Terus menerus mendorong agar desa mampu bertenaga secara sosial, berdaulat secara politik, berdaya secara ekonomi dan bermartabat secara budaya," lanjut La Nyalla.

Program Desa Emas merupakan konsep yang menggambarkan kehidupan desa yang tangguh, mandiri, bermartabat, sejahtera dan membawa dampak kepada pembangunan bangsa, sehingga terbangun sinergi Desa Membangun Indonesia.

Selain itu, ada pula Satukan Tenaga Masyarakat Kerahkan Untuk Rakyat (Satmakura), adalah gerakan sosial dengan semangat kebersamaan dan pro rakyat. Gerakan ini dicetuskan oleh Dr. H. Mochtar Sany Firdaus Badrie sejak tahun 1975, dan dideklarasikan secara nasional pada 18 Januari 2008 di Bumi Satmakura, Campang Jaya, Sukabumi, Kota Bandar Lampung.

Mochtar Sany Firdaus Badrie mengatakan, kehadiran Ketua DPD adalah bukti sinergi dan kolaborasi wakil rakyat dan rakyatnya dalam memajukan kesejahteraan rakyat di nusantara.

"DPD RI merupakan representasi daerah. Kalau DPD sudah bekerja pasti rakyat sejahtera. Saya setuju posisi DPD harus diperjuangkan supaya kembali kepada posisi yang seharusnya. Harus kuat dalam sistem ketatanegaraan," ujar Mochtar.

Selain launching Program Desa Emas bersama Satmakura, dalam acara tersebut dilakukan juga penandatanganan Memorandum of Understanding Gerakan Satmakura dengan Indonesia Saemaul Undong Global League dan Pameran 'Ketahanan Pangan, Menghijaukan Bumi Mensejahterakan Rakyat, dari Desa Membangun Bangsa'.

Presiden Indonesia Saemaul Undong Global League (ISUGL), Dr Aris Mukti, menjelaskan ISUGL adalah NGO internasional yang berpusat di Korea Selatan berfokus pada pemberdayaan masyarakat sehingga diharapkan dapat menjadikan desa yang miskin menjadi desa yang mandiri.

"Dimulai dengan iman, ilmu dan adab sehingga dari situ kesejahteraan rakyat meningkat. Silaturahmi, kerjasama dan kolaborasi juga harus selalu dilakukan," ujar Aris.

Sebelumnya, Ketua DPD juga menyerap aspirasi dari Forum Kyai dan Ustadz Kampung se-Provinsi Lampung yang dipimpin oleh Gus Habib Hamdani. Kiai kampung ini bergerak di sekitar 2.400 desa di 300 kecamatan di masjid-masjid kampung yang sulit dijangkau.

"Kami, kyai kampung, siap bergerak bersama untuk mendukung perubahan Indonesia semoga menjadi lebih baik. Terutama agar rakyat Indonesia mempunyai hak dipilih dan memilih. Siap dukung calon independen," ujar Habib Hamdani.

Forum Kyai dan Ulama Kampung bergerak di bidang sosial keagamaan, dan tidak hanya di Lampung, namun juga akan dibentuk di zona Sumatera. Tujuannya yakni untuk membina dan membentuk akhlak umat.

Selain Ketua DPD RI, dalam acara tersebut turut hadir pula Ketua Komite III Sylviana Murni, Senator asal Lampung Bustami Zainudin, Jihan Nurlela, Ahmad Bastian dan Abdul Hakim, Senator Sulsel Andi Muh Ihsan, Senator Sulawesi Utara Djafar Alkatiri, dan Senator Jawa Barat Eni Sumarni.

(prf/ega)