Ketua DPD: Perlu Strategi dan Pendekatan Baru untuk Kesejahteraan Rakyat

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Sabtu, 04 Sep 2021 16:09 WIB
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti
Foto: dok. DPD RI
Jakarta -

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menegaskan pentingnya membangun desa. Menurutnya, peranan desa sebagai satuan terkecil pemerintahan sangat penting, utamanya dalam mendorong pemerataan pembangunan yang berkeadilan di masa pandemi.

"Sebagai representasi daerah, DPD RI berkomitmen mendukung berbagai program yang menyangkut pembangunan dan pemberdayaan kawasan perdesaan. Karena tujuannya adalah menyejahterakan masyarakat yang ada. Apalagi dalam kondisi pandemi COVID-19 ini dibutuhkan persatuan dan kesatuan bangsa yang dimulai dari tingkatan desa sebagai manifesto fundamental dan satuan pemerintahan terkecil dalam lingkup NKRI," kata LaNyalla.

Saat menghadiri penandatanganan MoU dan launching Program Desa Emas Bersama Satmakura di MS Town Beach, Pantai Mutun Kabupaten Pesawaran, Lampung ia memaparkan kelahiran UU No 6 tahun 2014 tentang Desa akan membawa perspektif dan konsep baru dalam pembangunan desa. Ia menilai desa kini bukan lagi sebatas objek pembangunan yang hidupnya tergantung dari stimulus pusat. Melainkan, desa telah bertransformasi sebagai subjek pembangunan.

"Desa kita sekarang sudah menjadi unit pemerintahan yang menggerakkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Peran tersebut dikenal dengan istilah membangun desa dan desa membangun," terangnya.

Diungkapkan LaNyalla, Indonesia memiliki luas wilayah dengan geografis dan penduduk yang banyak seperti Tiongkok. Namun Tiongkok saat ini lebih baik dalam segala bidang. Untuk itu ia mendorong agar Indonesia dapat belajar dari Tiongkok terkait langkah-langkah memajukan bangsanya.

"Indonesia perlu strategi dan pendekatan baru untuk kesejahteraan rakyat seperti yang dilakukan Tiongkok. Salah satu strateginya adalah menciptakan lapangan kerja secara masif yaitu mulai dengan membangun desa lewat pertanian. Karena sektor pertanian tidak membutuhkan syarat SDM dan skill yang harus tinggi," tuturnya.

Terkait Program Desa Emas, LaNyalla menyebut perlunya mengedepankan semangat untuk menjadikan peradaban desa yang tangguh, mandiri, bermartabat dan sejahtera. Sekaligus membawa dampak terhadap strategi pembangunan bangsa dengan berlandaskan bina karakter, bina persaudaraan, bina sinergi, bina dana, bina pasar serta produk unggulan.

"Konsep gerakan Desa Emas sudah dikembangkan di berbagai desa di Tanah Air, yaitu beberapa potensi desa dapat dioptimalkan dengan pendirian berbagai bidang usaha," katanya.

Lebih lanjut Mantan Ketua Umum PSSI itu mencontohkan Desa Eretan Kulon, Indramayu, yang berhasil menggali potensinya. Menurutnya, Desa Eretan Kulon telah sukses menghasilkan omset hingga Rp 1 miliar per hari dari 7 unit usaha yang ada.

"Mereka menghimpun kekuatan desa melalui program patriot desa yang melakukan aktivitas potensial seperti pelatihan dan pembekalan skill warga desa untuk mewujudkan desa berdikari," tukasnya.

(prf/ega)