PPNI Cek Kabar Honor Relawan RSDC Wisma Atlet Pademangan Nunggak 7 Bulan

Annisa Rizky F - detikNews
Sabtu, 04 Sep 2021 16:13 WIB
Tower 8 dan 9 Wisma Atlet Pademangan dialihfungsi jadi tempat isolasi pasien COVID-19. Area itu diperuntukan untuk pasien COVID-19 tanpa gejala-bergejala ringan
Tenaga kesehatan di RSDC Wisma Atlet Pademangan (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Beredar kabar insentif relawan di Rumah Sakit Darurat Corona (RSDC) Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara, belum dibayarkan. Kabar tersebut ramai dibahas di media sosial (medsos).

Disebutkan ada sekitar 100 relawan yang belum menerima insentif. Mereka terdiri atas tenaga kesehatan (nakes) dan non-nakes.

Disebutkan, relawan tersebut belum menerima insentif selama 7 bulan.

Kabar tersebut salah satunya diposting di akun Instagram Media Perawat Indonesia, @mediaperawat. Postingan tersebut mendapat banyak respons dari warganet.

Warganet banyak yang prihatin atas informasi tersebut. Banyak dari mereka yang kemudian menandai akun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga akun Presiden Joko Widodo (Jokowi).

PPNI Cek Kabar

Dimintai konfirmasi, Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah menyebutkan pihaknya bakal mengecek kabar tersebut. Pasalnya, Harif mengaku mendengar insentif nakes di Wisma Atlet sudah selesai dibayarkan sejak bulan lalu.

"Saya justru baru tahu sekarang. Kita belum dapat kabarnya. Biasanya kita dapat info dari Komisaris PPNI. Nanti saya cek ulang," kata Harif saat dihubungi detikcom, Sabtu (4/9/2021).

Harif mengatakan akan memastikan informasi tersebut. Dia mengaku mendengar kabar insentif nakes di Wisma Atlet sudah dibayarkan.

"Ini saya baru tahu kabarnya. Bulan lalu saya baru saja nanya ke komisarisnya PPNI, katanya sudah dibayar kok. Kalau yang saya tahu, pembayaran insentif tersebut dari pusat sudah selesai. Nah, makanya, kasus yang satu ini saya tidak tahu, makanya nanti saya coba cek, ya," ujar Harif.

Harif menduga ada kesalahan personal terkait pembagian insentif nakes, sehingga pihaknya bakal mengecek kasus ini agar bisa ditindaklanjuti.

"Mungkin personal ya itu masalahnya. Tapi maksud saya secara umum ya, insentif itu sudah dibayarkan. Nggak tahu kalau ada persoalan personal. Nah saya nggak tahu. Makanya ini mau dicek dulu," tuturnya.

(jbr/jbr)