Round-Up

6 Fakta Pembobol PeduliLindungi Jual Sertifikat Vaksin ke Warga

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Sep 2021 06:39 WIB


3. Dijual ke Publik

Dengan data kependudukan tersebut, tersangka HH bekerja sama dengan temannya, FH (23) untuk membuat sertifikat vaksin dan menjualnya ke publik. Tersangka FH bertugas sebagai marketing untuk mempromosikan jasa ilegalnya.

"Dari hasil pengakuan sementara, dia sudah menjual 93 sertifikat vaksinasi yang terhubung dengan aplikasi PeduliLindungi," kata Fadil.

Fadil mengungkapkan pelaku memasarkan sertifikat vaksinasi palsu itu dengan harga kisaran Rp 370 ribu. Pelaku memasarkan pemalsuan sertifikat vaksinasi itu melalui Facebook.

"Menjual sertifikat vaksinasi tanpa melalui vaksinasi dan bisa langsung terkoneksi PeduliLindungi dengan harga kartu satu sertifikat vaksinasi Rp 370 ribu," ujarnya.

4. Puluhan Pembeli Sertifikat Vaksin Diburu

Ada 93 sertifikat vaksin palsu yang dikeluarkan oleh tersangja HH dan FH. Saat ini polisi memburu 93 orang tersebut.

"Tim penyidik sedang mendalami 93 kartu vaksin yang sudah dapat dipergunakan di aplikasi PeduliLindungi agar itu bisa kita tarik kembali dan bisa kita amankan," kata Fadil.

5. Dua Pembeli Ditangkap

Dalam kasus ini, polisi juga menangkap dua orang pembeli sertifikat vaksinasi yakni AN (21) dan DI (30). Fadil mengatakan, AN dan DI membeli sertifikat vaksinasi palsu dari FH dan HH melalui Facebook.

Keduanya membayar Rp 350 ribu dan Rp 500 ribu untuk mendapatkan sertifikat vaksinasi palsu itu.

"Kedua saksi ini berperan melakukan pembelian sertifikat tanpa divaksin kepada akun Facebook yang saya sebutkan di atas, Tri Putra Heru, dengan harga Rp 350 ribu yang satu dengan harga Rp 500 ribu," ungkap Fadil.

6. Motif Pembeli Sertifikat Vaksin

Kapolda mengatakan AN dan DI mengaku membeli sertifikat vaksinasi palsu agar bebas melakukan mobilitas.

"Setelah menanyakan mengapa memesan lewat akun tersebut? Alasannya dia ingin bebas untuk ke mana-mana," kata dia.


(mei/isa)