Round-Up

Kritik Bertubi-tubi Fahri Hamzah untuk Oposisi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Sep 2021 06:05 WIB
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meluncurkan dua buku hasil pemikirannya. Buku tersebut berjudul
Foto: Fahri Hamzah (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelora Fahri Hamzah kembali melancarkan serangan ke oposisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di parlemen. Dari tagar OposisiPenakut hingga OposisiSekongkol digelorakan oleh pimpinan DPR periode 2014-2019 itu.

Seperti diketahui, salah satu oposisi adalah 'mantan' Fahri, PKS, partai yang mengantarkannya menjadi pimpinan DPR. Meski begitu, kenangan 'manis' di PKS tak melunturkan gairah Fahri untuk menyerang.

Di situs pribadinya seperti dilihat Jumat (3/9/2021), Fahri Hamzah menuliskan 'Oposisi Sekongkol, Rakyat yang Tawuran'. Isi tulisan tersebut mengkritik oposisi yang dia nilai lemah sekali di parlemen, sehingga membuat rakyat masih saja mengurusi politik meski pemilu usai. Rakyat disebut menjadi korban.

"Mengapa rakyat tidak istirahat urus politik dan fokus cari kehidupan? Karena yang diberi amanah lalai dan sibuk pencitraan. Rakyat harusnya berhenti berpolitik dan gesek-gesekan setelah pemilu dan nyoblos. Tapi kenapa terus terjadi sampai rakyat gak bisa hidup tenang?" kata Fahri Hamzah.

"Karena sistem perwakilan absen, kongresional yang tak dimengerti oleh parpol yang sudah duduk dapat fasilitas, gaji, dan sekaligus kekebalan," imbuhnya.

Fahri menyebut rakyat seperti dirinya dan secara umum tidak harus bertengkar pasca pencoblosan. Karena seharusnya, kondisi perpolitikan Tanah Air kembali normal setelah masa kampanye.

"Biar mereka, terutama yang menyebut diri partai oposisi, yang bertengkar melawan eksekutif dan pendukungnya, bukan kita. Mereka enak berantem dapat duit, lah kita?" ujarnya.

Oposisi diminta lebih galak dan menunjukkan tajinya dengan segala fasilitas yang telah diberikan. Fahri Hamzah bertanya-tanya di mana kerja oposisi saat ini.

"Tapi sayang, semua diam, menyebut diri oposisi tapi ngomel nggak karuan. Akhirnya kami dipaksa ikut pertengkaran," ujarnya.

Sebelum tulisan ini, Fahri Hamzah sudah mengkritik oposisi. Dia pernah membuat tulisan seri dengan tagar OposisiPlangaPlongo dan OposisiPenakut.

Di parlemen, memang hanya tersisa dua oposisi, yakni PKS dan Partai Demokrat. Secara matematika, kekuatan oposisi di parlemen sangat lemah karena koalisi pemerintah kini beranggotakan 7 partai.

Baca respons PKS dan Demokrat di halaman berikutnya.

Tonton juga video Viral tentang antre 2 jam demi kue pancake souffle Jepang berikut ini:

[Gambas:Video 20detik]