Sindir Oposisi, Begini Gaya Fahri Saat Jadi Lawan 'Sparing' Pemerintah

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 18:30 WIB
Kisah Fahri Hamzah dengan KPK: Dulu Sinis Kini Bermulut Manis
Fahri Hamzah (M Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah mengkritik partai oposisi pemerintah di parlemen saat ini. Dia menilai oposisi saat ini penakut dan bersekongkol.

Di situs pribadinya seperti dilihat pada Jumat (3/9/2021), Fahri Hamzah menuliskan 'Oposisi Sekongkol, Rakyat yang Tawuran'. Isi tulisan tersebut mengkritik oposisi yang tampak lemah sekali di parlemen sehingga membuat rakyat masih saja mengurusi politik meski pemilu usai. Rakyat disebut menjadi korban.

"Mengapa rakyat tidak istirahat urus politik dan fokus cari kehidupan? Karena yang diberi amanah lalai dan sibuk pencitraan. Rakyat harusnya berhenti berpolitik dan gesek-gesekan setelah pemilu dan nyoblos. Tapi kenapa terus terjadi sampai rakyat nggak bisa hidup tenang?" kata Fahri Hamzah.

"Karena sistem perwakilan absen, kongresional yang tak dimengerti oleh parpol yang sudah duduk dapat fasilitas, gaji, dan sekaligus kekebalan," imbuhnya.

Dirangkum detikcom, Fahri Hamzah memang pernah beberapa kali mengkritik Jokowi saat menjadi wakil ketua DPR. Periode itu berlangsung pada 2014-2019. Seperti apa gaya Fahri Hamzah mengkritik Jokowi? Berikut sejumlah rangkumannya:

Fahri Hamzah Kritik Pembangunan Tol Bandara

Fahri Hamzah saat menjabat wakil ketua DPR mengkritik pembangunan tol dan bandara yang dimasifkan pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wapres Jusuf Kalla.

"Gara-gara kita membangun tol itu, kita mengorbankan 5.000 puskesmas yang sudah dijanjikan Pak Jokowi dan semua janji lainnya yang begitu banyak, termasuk buyback Indosat dan sebagainya, itu supaya kita mengontrol industri seluler kita. Nggak dilakukan," ujar Fahri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/6/2018).

"Mengapa? Karena uangnya habis untuk di tempat lain. (Di tol) ya kayak gitu-gitulah," imbuh Fahri.

Menurut Fahri, jalan tol tak dekat dengan rakyat kecil. Pembangunan jalan tol dianggap Fahri hanya menyenangkan orang-orang kaya.

"Tol itu untuk mobil, yang naik mobil orang kaya. Berapa sih tambahan bus gara-gara orang bangun tol? Nggak banyak. Yang jelas, orang kaya tambah enak karena pakai tol, pakai mobil pribadi, jadi ke mana-mana, kan. Bikin macet. Sudah begitu, bensinnya subsidi lagi. Ngebakar mobil subsidi, mensubsidi orang kaya. Kira-kira begitu," beber Fahri

Kritik Istilah Bilateral

Penggunaan istilah 'bilateral' yang dipakai Presiden Jokowi saat bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino pada 2019 dikritik Fahri Hamzah. Eks pimpinan DPR ini menyebut bilateral dipakai untuk konteks pertemuan 2 negara.

"Setahu saya istilah bilateral itu hanya untuk negara. FIFA bukan negara kan? Wallahualam," kata Fahri lewat Twitter, Minggu, 3 November 2019.

Selain Fahri, warganet turut mengkritik istilah bilateral yang digunakan Jokowi. Mereka menyoroti postingan Jokowi lewat kolom komentar.

Pertemuan Jokowi dengan Gianni digelar di sela-sela KTT ASEAN yang digelar di Bangkok, Thailand. Jokowi membahas penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021.

"Pertemuan bilateral dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Bangkok. Terima kasih atas penunjukan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021. Sebagai tuan rumah, Indonesia menyambut baik jika Tim Pendahulu FIFA datang untuk berkoordinasi dengan PSSI," kata Jokowi dalam akun Twitter-nya.

Angkat kartu merah...

Simak juga 'Didukung Jadi KSP, Fahri Hamzah: Saya Pilih Jadi Rakyat':

[Gambas:Video 20detik]