Banjir Terjang Mamasa, Jembatan hingga Puluhan Hektare Lahan Rusak

Abdy Febriady - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 18:01 WIB
Banjir menerjang Desa Salulossa, Kelurahan Lakahang, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulbar. Banjir menyebabkan jembatan penghubung rusak. (Abdy F/detikcom)
Banjir menerjang Desa Salulossa, Kelurahan Lakahang, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulbar. Banjir menyebabkan jembatan penghubung rusak. (Abdy F/detikcom)
Mamasa -

Banjir menerjang Desa Salulossa, Kelurahan Lakahang, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Banjir menyebabkan jembatan penghubung rusak.

Selain itu, puluhan hektare area persawahan dan perkebunan sayur milik warga setempat ikut terdampak.

Terjangan banjir yang dipicu curah hujan tinggi itu terjadi pada Kamis (2/8) malam, sekitar pukul 23.00 Wita.

"Kejadian sekitar jam 11 tadi malam. Mulai kemarin sekitar jam setengah satu, turun hujan sangat deras, mengakibatkan banjir," kata Kepala Lingkungan Salulossa, Andarias, kepada wartawan, Jumat (3/9/2021).

"Sawah penduduk banyak yang rusak, jembatan menuju sekolah, kebun sayur-sayuran masyarakat rusak parah," sambung Andrarias.

Selain itu, curah hujan tinggi menyebabkan terjadinya longsor, menutup sejumlah titik jalan. Para pengendara yang melintas diimbau berhati-hati lantaran kondisi jalan licin karena permukaannya dipenuhi material tanah longsor.

"Hujan deras juga mengakibatkan terjadinya longsor, pengendara harus waspada karena jalan licin," tandas Andarias.

Bupati Perintahkan Jajaran Cek Lokasi

Sementara itu, Bupati Mamasa H Ramlan Badawi mengaku akan memerintahkan instansi terkait meninjau secara objektif dampak yang ditimbulkan dari banjir tersebut.

"Sekaligus dilakukan penanganan, apalagi menyangkut hak vital untuk kehidupan orang banyak. Itu termasuk jembatan, kemudian banyak sawah yang rusak, tanah longsor, mudah-mudahan malam ini tuntas datanya dan besok segera akan dilakukan pembenahan," kata Ramlan terpisah.

Ramlan juga mengaku akan turut serta ke lokasi bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk memastikan kondisi di lapangan.

"Selanjutnya akan dibuat perencanaan untuk dilakukan penanganan, karena ini menyangkut khalayak orang banyak," kata Ramlan.

(jbr/jbr)