Ikut Aturan Pusat, Pemprov Bali Tetapkan Harga Rapid Antigen Rp 99 Ribu

Sui Suadnyana - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 15:49 WIB
Tenaga kesehatan melakukan tes swab antigen kepada warga di Gg Bahagia, Kel Gerendeng, Kec Karawaci, Tangerang. Upaya ini sebagai tracing atau pelacakan untuk menekan penyebaran COVID-19.
Ilustrasi (Andhika Prasetia/detikcom)
Denpasar -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menetapkan harga rapid test antigen maksimal Rp 99 ribu. Penetapan harga rapid test antigen ini mengikuti aturan pemerintah pusat seperti dalam Edaran Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Nomor HK.02.02/I/3065/2021 tentang batas tarif tertinggi pemeriksaan RDT-Ag.

Aturan batas maksimal harga rapid test antigen Rp 99 ribu itu tertuang dalam Surat Edaran Pemprov Bali Nomor B.18.445/2991/PELKES/DISKES tentang batasan tarif tertinggi pemeriksaan rapid diagnostic test antigen (RDT-Ag).

"Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan yang melaksanakan pemeriksaan RDT-Ag menetapkan tarif pemeriksaan RDT-Ag setinggi-tingginya Rp 99 ribu," demikian tertulis dalam surat edaran yang diterima detikcom dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya, Jumat (3/9/2021).

Harga maksimal Rp 99 ribu tersebut berlaku bagi pemeriksaan RDT-Ag atas keinginan sendiri/mandiri. Kepala dinas kesehatan, baik provinsi dan kabupaten/kota, di Bali bakal melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan batas tarif tertinggi pemeriksaan RDT-Ag tersebut.

Dengan pemberlakuan aturan tersebut, surat edaran sebelumnya nomor B.18.445/2325/PELKES/DISKES tentang batasan tarif tertinggi pemeriksaan real time polymerase chain reaction (RT-PCR) dan rapid antigen (rapid Ag) COVID-19 dicabut dan dinyatakan tidak diberlakukan lagi.

Sebelumnya, Kemenkes menetapkan standar harga terbaru RDT antigen dari Rp 250 ribu menjadi Rp 99 ribu untuk Pulau Jawa-Bali dan Rp 109 ribu di luar dua pulau tersebut.

"Dari hasil evaluasi, kami sepakati bahwa batas tarif tertinggi pemeriksaan RDT-Ag diturunkan menjadi Rp 99 ribu untuk pulau Jawa dan Bali serta sebesar Rp 109 ribu untuk luar pulau Jawa dan Bali," kata Direktur Pelayanan Kesehatan Prof Abdul Kadir dalam siaran pers Kemenkes.

Direktur Pengawasan Bidang Pertahanan dan Keamanan BPKP, Faisal menjabarkan evaluasi harga acuan tertinggi RDT antigen dilakukan sesuai surat permohonan Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Nomor JP.02.03/I/2841/2021 tentang permohonan evaluasi batasan tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR dan RDT-Ag.

Adapun penetapan batasan tarif tertinggi ini berdasarkan hasil evaluasi pemerintah dengan mempertimbangkan komponen jasa pelayanan/SDM, komponen reagen dan bahan habis pakai (BHP), komponen biaya administrasi, overhead dan komponen biaya lainnya yang kita sesuaikan dengan kondisi saat ini. Sementara sumber data terkait kewajaran harga, diperoleh antara lain dari hasil audit BPKP, E-Katalog, dan harga pasar saat ini.

"Hasil evaluasi tersebut telah disampaikan kepada Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, untuk dapat menjadi pertimbangan bagi Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan dalam menetapkan langkah kebijakan lebih lanjut," ucapnya.

Dari hasil evaluasi bersama inilah, Kementerian Kesehatan melakukan penyesuaian harga yang diatur dalam Surat Edaran Nomor HK 02.02/I/3065/2021 tentang batasan tarif tertinggi RDT Antigen yang ditandatangani Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan pada tanggal 1 September 2021.

(nvl/nvl)