Saran JK untuk Pemerintahan Baru Taliban di Afghanistan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 15:19 WIB
Mantan wakil presiden, Ketua Umum PMI
Jusuf Kalla (Foto: Screenshoot 20detik)
Jakarta -

Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), membeberkan masalah yang dihadapi Taliban usai menguasai Afghanistan. JK menyinggung masalah ekonomi dan sumber daya di Afghanistan.

"Pertama masalah ekonomi, dengan keadaan dia kaya tapi tidak ada yang mengolahnya. Indonesia melatih beberapa tahun yang lalu kita undang 100 engineer, mereka yang muda-muda untuk dilatih pertambangan di Bandung dan juga di beberapa tempat," kata JK dalam webinar CDCC, Jumat (3/9/2021).

JK lalu bercerita tentang sejumlah WN Afghanistan yang dilatih di Indonesia. Selain itu, mereka dikenalkan tentang penerapan ajaran Islam di Indonesia.

"Kita mengundang anak-anak muda untuk melihat pesantren, saya undang Taliban ke sini termasuk juga pemerintahnya. Saya undang untuk melihat bahwa Islam di Indonesia itu moderat seperti ini, Anda lihat semua di masjid bagaimana, Anda lihat di pesantren bagaimana, Anda lihat di sekolah-sekolah Islam bagaimana. Jadi kita ingin memperlihatkan contoh yang baik bahwa negara Indonesia moderat," ujar JK.

JK juga mengatakan Taliban harus berubah jika ingin pemerintahannya berjalan baik. Jika tetap tertutup, pemerintahan Taliban diprediksi akan kembali hancur.

"Seperti yang saya katakan tadi kalau dia tidak berubah maka ekonominya akan hancur sendiri kalau ekonominya hancur sendiri, maka pemerintahnya tidak bisa jalan lagi, timbul lagi anti-Taliban, akan bergerak lagi untuk menjatuhkan ini, akan berlanjut terus konflik ini," imbuh JK.

Selain itu, kata JK, Taliban harus menempatkan orang di pemerintahan sesuai kapasitasnya. Dia mencontohkan penunjukan bank sentral yang keliru bisa menyebabkan sistem keuangan kolaps.

"Semua tergantung sikap Taliban itu, dia mau terbuka atau tidak, dia mau pemerintahannya eksklusif atau inklusif, mau terbuka, mau mengangkat orang proporsional di pemerintahan. Jangan seperti tadi mengangkat gubernur bank sentralnya karena dia kasirnya Taliban langsung jadi gubernur bank sentral, itu akan jadi masalah sistem keuangan masalah, kalau sistem keuangan mereka susah maka ekonominya juga akan susah, jadi berbagai risiko akan muncul," ujar JK.

JK mengatakan semua pihak menunggu realisasi dari omongan Taliban. Jika Taliban tidak berubah, dunia tidak akan lagi mengakui pemerintahannya.

"Kita menunggu apa yang dikatakan dilakukan jadi kalau apa yang dikatakan pihak Taliban setidak-tidaknya oleh juru bicaranya di Qatar dan di Kabul di situ dilakukan saya kan kira akan lanjut dengan pemerintahan yang baik. Tapi begitu tidak dilaksanakan maka dunia tidak mau lagi mengakui pemerintahan itu, kalau dunia tidak mengakui pemerintahan itu maka ekonomi tidak akan jalan, investasi tidak akan jalan," tutur JK.

Simak video 'Cegah Konflik Berimbas ke RI, Ini Cara BIN Bangun Komunikasi dengan Taliban':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/tor)