Demi Minta Perlindungan KBRI, 2 WNI ABK di Oman Nekat Terjun ke Laut

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 08:16 WIB
Kapal tempat 2 WNI ABK di Oman mendapat diskriminasi (Foto: dok KBRI Oman)
Kapal tempat dua WNI ABK di Oman mendapat diskriminasi (Foto: dok. KBRI Oman)
Jakarta -

Dua warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal ikan milik China berbendera Oman nekat terjun ke laut demi meminta pertolongan KBRI Muscat, Oman. Mereka nekat terjun ke laut lantaran mendapat perlakuan diskriminasi di kapal.

Berdasarkan keterangan tertulis dari KBRI Oman, Jumat (3/9/2021), kedua WNI ABK itu meloncat dari kapal pada Rabu (1/9) malam waktu setempat. Mereka kemudian bermalam di Pelabuhan Seeb, Oman, dan datang ke KBRI pada pagi hari pukul 07.00 waktu setempat, Kamis (2/9).

Kedua ABK kapal PSQV 638 itu bernama Santo Tamba dan Kurniadi. Kepada KBRI Oman, mereka pun melaporkan kasus yang dialaminya kepada KBRI Muscat. Santo dan Kurniadi mengaku terjadi perlakuan diskriminatif terhadap ABK WNI dibandingkan dengan ABK China. Selain itu, gaji mereka di bawah standar minimum pekerja di Oman.

ABK Indonesia sehari-hari hanya boleh makan nasi dan sayur serta dibatasi jenisnya. Sedangkan ABK Cina dapat makan daging dan lebih bervariasi lauk-pauknya. Untuk mandi pun, ABK Indonesia hanya boleh menggunakan air AC (air conditioner). Kalaupun ketahuan mandi dengan air tawar, ABK Indonesia akan dimarahi habis-habisan.

Salah satu ABK bahkan bercerita menderita sakit tapi tidak segera mendapat perawatan yang memadai oleh pihak Kapal. Keduanya mengaku nekat terjun dari kapal dan berenang ke darat karena pemilik kapal melarang ABK keluar dari kapal.

Berdasarkan keterangan kedua ABK, saat ini masih ada 19 ABK lain yang masih ada di kapal PSQV 368, PSQ 608, dan PSQ 607. Saat ini kedua ABK berada di tempat penampungan di KBRI.

KBRI mengaku telah menghubungi pihak agen ABK di Tegal dan Bekasi terkait hal tersebut. Pihak kapal juga telah dipanggil dan akan dimintai konfirmasinya atas kasus yang dialami WNI ABK.

(mae/knv)