Dugaan Pelecehan Seks Pegawai Terjadi di 2015, KPI Baru Tahu Kemarin

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 02 Sep 2021 23:44 WIB
Nuning Rodiyah, komisioner KPI Pusat
Nuning Rodiyah (Purwo Sumodiharjo/detikcom)
Jakarta -

Dugaan pelecehan seksual dan perundungan terhadap pegawai laki-laki KPI oleh sesama karyawan terjadi pada 2015. Namun pimpinan KPI baru mengetahui kejadian itu kemarin siang.

"Memang benar hal ini sudah lama sekali. Tapi perlu saya sampaikan bahwa kami jajaran Komisi Penyiaran Indonesia mendengar, mengetahui informasi tentang adanya dugaan tindak kekerasan seksual dan juga perundungan itu kemungkinan baru sama teman-teman," ujar Komisioner KPI Nuning Rodiyah kepada wartawan, Kamis (2/9/2021).

"Jadi hari Rabu siang saya baru terima itu. Dan kemudian dikonfirmasi oleh teman-teman, dikonfirmasi oleh beberapa kolega, dan itu baru kita ketahui. Khususnya ketika kemudian ada kekerasan seksual yang terjadi di Komisi Penyiaran Indonesia," sambungnya.

Hanya, dalam rentang waktu tersebut, Nuning mengungkapkan, korban tidak pernah melapor kepada pimpinan. Nuning mengatakan KPI hanya tahu bahwa korban memang sempat tidak nyaman dalam bekerja.

"Untuk perundungan, masih kita kemudian tetap klarifikasi. Dan sampai hari ini memang ketika bicara pelaporan, secara eksplisit tentu tidak ada pelaporan yang disampaikan kepada pimpinan. Dan kemudian Kabag dan Kasubag di KPI atau atasan langsung dari MSA, adalah ketidaknyamanan kerja yang kemudian dirasakan yang bersangkutan," papar Nuning.

Lebih lanjut, kata Nuning, pada 2019, korban pernah bertemu dengannya untuk meminta dipindahkan ke divisi lain. Kala itu, Nuning menjelaskan bahwa korban hanya bisa pindah ke divisi lain saat ada formasi kosong.

"Itu pun juga disampaikan ke saya secara pribadi. Yang bersangkutan masuk ke ruangan saya, menanyakan kalau bisa saya pindahkan ke divisi lain. Saya sampaikan bahwa di divisi lain tentu pakai mekanisme. Ketika formasi kosong, yang bersangkutan bisa kemudian ikut seleksi di formasi tersebut," katanya.

"Jadi memang pertanyaannya berkaitan dengan keinginan yang bersangkutan ataupun penyampaian ke saya adalah keinginan yang bersangkutan untuk pindah dari divisinya," imbuh Nuning.

Sebelumnya, lima pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)dilaporkan atas dugaan perundungan dan pelecehan seksual terhadap sesama karyawan laki-laki. KPI mengancam akan memberi sanksi tegas kepada para terduga pelaku apabila terbukti bersalah.

"KPI secara tegas menyampaikan tidak memberikan toleransi sedikit pun terhadap pelaku pelecehan seksual dan perundungan di mana pun, kapan pun, oleh siapa pun," ujar Komisioner KPI Nuning Rodiyah kepada wartawan di Mapolres Jakarta Pusat, Kamis (2/9).

Nuning mengatakan KPI memberikan pendampingan hukum kepada korban selama proses penyelidikan berlangsung. Selain itu, kata Nuning, korban diberi pendampingan psikologi.

"KPI tetap akan memberikan advokasi dan pendampingan hukum. Selain itu, KPI juga memberikan pendampingan psikologi terhadap terduga korban," tuturnya.

(mei/mea)