Keluarga Pasien COVID Keluhkan Tagihan Rp 448 Juta, RS di Medan Buka Suara

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Kamis, 02 Sep 2021 17:11 WIB
Konferensi pers di RS Columbia Asia (Arfah-detikcom)
Konferensi pers di RS Columbia Asia (Arfah/detikcom)

Deny mengatakan pasien masuk RS Columbia Asia Medan dengan kondisi berat. Pasien langsung masuk ke ICU untuk mendapatkan perawatan.

Dalam proses perawatan, Deny mengaku pihaknya memberikan informasi terkait pembiayaan kepada keluarga pasien setiap harinya. Informasi juga diberikan terkait obat-obatan yang akan diberikan kepada pasien.

"Di tanggal 19 Agustus beliau meninggal dengan total biaya Rp 456 juta. Punya deposito Rp 166 juta. Ketika pembayaran terakhir pasien mengatakan tidak sanggup membayar," jelasnya.

RS Columbia Asia, kata Deny, sudah memberikan kemudahan dengan akan mengklaim pembiayaan pasien ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Namun, suami pasien tidak kunjung menandatangani berkas-berkas persyaratan untuk mengajukan klaim.

"Tanpa suami datang, tanda tangan itu tidak bisa kami klaimkan ke Kemenkes. Kami hanya meminta suami pasien, tidak bisa diwakilkan menandatangani surat klaim ke Kemenkes," tutur Denny.

Jika sudah ditandatangani suami, Deny mengatakan kewajiban keluarga tinggal Rp 87 juta. Kewajiban itu bisa dipotong dari deposito yang sudah dibayarkan pihak keluarga.

"Setelah perhitungan, yang hanya ditagihkan ke pasien sebesar Rp 87 juta. Dan sisa Rp 366 juta akan kita tagihkan ke Kemenkes. Untuk bisa kita klaimkan ke Kemenkes, suami harus hadir menandatangani surat-surat," terang Deny.


(haf/haf)