BIN Jelaskan Istilah 'Menyusup ke Taliban': Dalam Arti Berkomunikasi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 02 Sep 2021 14:26 WIB
Wawan Hari Purwanto
Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto menjelaskan perihal istilah 'menyusup' yang dilakukan pihaknya untuk memperkuat diplomasi Indonesia. Wawan menjelaskan kata 'menyusup' yang dimaksud tidak dimaknai secara harfiah.

Istilah 'menyusup' itu sebelumnya disampaikan Wawan dalam diskusi yang ditayangkan di YouTube Gelora TV. Wawan saat itu menyampaikan bahwa BIN menyusup masuk ke kelompok-kelompok perlawanan, termasuk Taliban, di Afghanistan.

"Menyusup dalam arti berkomunikasi. Bukan menyusup dalam artian infiltrasi gitu. Jadi kan itu dalam acara diskusi gitu, jadi kan bahasa lisan beda dengan bahasa tulisan ya. Jadi maksudnya bukan menyusup dalam arti definitif ya," kata Wawan kepada wartawan, Kamis (2/9/2021).

Wawan mengatakan menyusup yang dimaksudnya adalah membangun komunikasi. Komunikasi itu dilakukan BIN dengan semua pihak, termasuk Taliban.

"Kita berkomunikasi dengan semua pihak, termasuk dengan teman-teman Taliban menjalin komunikasi," ungkapnya.

Wawan melanjutkan komunikasi itu dilakukan demi menjaga suasana kondusif semua bangsa. Bukan hanya Indonesia.

"Ya, kondusif di sana, di sini juga kondusif. Sama-sama menjaga kondusivitas, di saja juga gitu," kata Wawan.

Diberitakan sebelumnya, Wawan menyebut BIN terus berupaya memperkuat diplomasi di seluruh elemen. BIN pun menyusup masuk ke kelompok-kelompok perlawanan, termasuk Taliban, di Afghanistan.

"Kita menyusup ke seluruh kelompok-kelompok perlawanan, termasuk ke dalam Taliban sendiri. Kelompok perlawanan lainnya yang kita terus usahakan," kata Wawan dalam diskusi yang ditayangkan di YouTube Gelora TV, seperti dilihat, Kamis (2/9/2021).

Wawan menjelaskan tujuan penyusupan BIN tersebut. Menurutnya, hal itu bertujuan menjaga dan mencegah perang merembet hingga ke Indonesia.

"Kita terus usahakan supaya mereka tetap menjaga komitmen, supaya tidak sedikit-sedikit melepaskan emosi untuk meledakkan bom, termasuk bom bunuh diri," ucapnya.

(mae/fjp)