Selain Minta Sumbangan, Ada Juga Surat Lain Gubernur Sumbar soal Buku

Jeka Kampai - detikNews
Kamis, 02 Sep 2021 13:34 WIB
ilustrasi surat
Ilustrasi surat (Foto: thinkstock)
Padang -

Surat minta sumbangan yang diteken Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi terkait penerbitan buku menjadi polemik. Ternyata, ada surat lain terkait penerbitan buku yang diteken Mahyeldi.

Surat tersebut dikeluarkan oleh DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Provinsi Sumatera Barat. Surat itu memuat ajakan agar pihak yang dituju memanfaatkan peluang bisnis terkait penerbitan buku.

Dilihat detikcom, Kamis (2/9/2021), surat bernomor S70/417/DPM-PTSP/2021 itu dikeluarkan pada 29 Juni 2021. Surat DPMPTSP itu berisi imbauan pemanfaatan ruang promosi untuk penerbitan buku berjudul Sumatera Barat Outlook 2021.

"Kami menghimbau bapak ibu pimpinan badan usaha milik daerah dan badan usaha milik swasta untuk memanfaatkan peluang bisnis tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tulis surat yang ditandatangani Gubernur Mahyeldi tersebut.

Menurut surat tersebut, buku 'Sumatera Barat Outlook 2021' bakal bermanfaat untuk menyebarluaskan informasi serta mempromosikan potensi dan peluang investasi di Sumbar. Buku itu juga ditujukan untuk memberikan informasi kebijakan dan keberhasilan pembangunan di Sumbar.

Kepala DPMPTSP Sumbar, Maswar Dedi, membenarkan surat tersebut. Dia mengatakan surat itu bukan ditujukan untuk mengumpulkan sumbangan seperti surat Bappeda yang sedang heboh.

"Ini bukan bagian dari buku itu. Beda buku. Kita bukan untuk pengumpulan uang. Hanya imbauan, bukan untuk mengumpulkan sumbangan," kata Dedi.

Dedi mengatakan buku itu nantinya berisi data-data investasi. Dia berharap Sumbar punya basis data soal peluang-peluang investasi.

"Rencana tahun kini. Insyaallah berjalan lancar, walaupun agak sedikit terganggu dengan yang heboh sekarang," kata dia.