Curhat Korban Kebakaran Lapak Pemulung Tangsel: KTP Luar, Tak Dapat Kontrakan

Nahda Rizki Utami - detikNews
Kamis, 02 Sep 2021 10:43 WIB
Kondisi terkini di lapak pemulung Pondok Aren, Tangsel, usai kebakaran, Kamis (2/9/2021)/(Nahda Rizki Utami/detikcom)
Kondisi terkini di lapak pemulung Pondok Aren, Tangsel, usai kebakaran. (Nahda Rizki Utami/detikcom)
Tangerang Selatan -

Korban kebakaran lapak pemulung di Jurangmangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan, sedang kebingungan lantaran tidak mendapatkan bantuan kontrakan dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Bantuan kontrakan dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan hanya diperuntukkan bagi korban kebakaran yang memiliki KTP berdomisili di Tangerang Selatan.

Wartini (47) memohon kepada pemerintah untuk dibangun kembali tempat tinggal yang saat ini sudah habis dilahap si jago merah. Wartini menjelaskan dirinya tidak mungkin pulang ke kampung halaman lantaran di kampung ia tidak mempunyai apa-apa.

"Saya mohon sama pemerintah kalau masih diizinin di sini, mohon mintanya diiizinin lagi di sini. Bangun lagi tempat ini karena kan kalau pulang kampung nggak mungkin. Nggak punya apa-apa di kampung. Posisinya nggak bisa lah di kampung," ujar Wartini di lokasi, Kamis (2/9/2021).

Wartini juga mengaku sedih lantaran Pemkot Tangerang Selatan hanya memberikan bantuan berupa kontrakan kepada korban yang KTP-nya berdomisili di Tangerang Selatan.

"Kita dapet tempat. Dikontrakin, nanti dibiayain sama pemerintah, tapi hanya yang KTP Tangsel aja. Kasihan yang KTP kampung, mau tinggal di mana?" ungkap Wartini.

Wartini sendiri ber-KTP Indramayu, Jawa Barat. Dia sementara tinggal di tempat pengungsian.

Tidak hanya bingung soal tempat tinggal, Wartini juga menceritakan sudah dua hari ini tempatnya kesulitan mendapatkan air lantaran air yang keluar kecil sekali.

Wartini, salah satu korban kebakaran di lapak pemulung Pondok Aren, Tangsel, menceritakan detik-detik api berkobar, Rabu (25/8/2021) dini hari.Wartini, salah satu korban kebakaran lapak pemulung di Tangsel (Kadek Melda/detikcom)

"Di sini air juga kecil udah dua hari. Nggak kotor sih, tapi kecil. Tapi kemarin air dari tangki dateng sih," jelas Wartini.

Saat ini, korban pengungsian mendapatkan bantuan dari pemerintah maupun warga terdekat seperti bantuan sembako, baju, tikar, dan makanan anak-anak.

"Alhamdulillah bantuan banyak. Terima kasih sama pemerintah dan orang-orang yang sudah datang. Bantuannya ada sembako, baju, tiker, dan makanan anak anak," ungkap Wartini.

Diketahui kebakaran melanda lapak pemulung pada Rabu (25/8) dini hari saat warga sedang tidur nyenyak. Lapak pemulung habis dilahap si jago merah dalam kurun satu setengah jam. Pemadam kebakaran mencoba memadamkan api yang saat itu semakin besar, tapi sayangnya api dengan cepat menjalar ke sejumlah barang bekas yang mudah terbakar. Ratusan bangunan semi permanen hangus terbakar.

(mea/bar)