Menerka Peluang Ketum PAN Zulhas Maju di Pilpres 2024

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 02 Sep 2021 08:19 WIB
PAN gelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II usai sebelumnya diketahui bergabung dengan koalisi Presiden Joko Widodo. Apa yang dibahas PAN dalam Rakernas itu?
Zulkifli Hasan (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Kader Partai Amanat Nasional (PAN) mendorong ketumnya, Zulkifli Hasan (Zulhas), maju sebagai calon presiden (capres) di Pemilu 2024. Bagaimana peluangnya?

Pakar politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menilai Zulhas masih berpeluang di Pemilu 2024. Serangkaian program harus dilakukan Zulhas demi mendongkrak elektabilitas.

"Kalau per hari ini semuanya berpeluang, termasuk Zulhas, di 2024 nah bagaimana meningkatkan peluangnya menjadi paling besar itu kan pertanyaannya begitu, kalau sudah begitu Pak Zulhas harus melakukan berbagai program untuk bisa meningkatkan elektabilitas," kata Hendri Satrio kepada detikcom, Rabu (1/9/2021).

Saat ini, kata Hendri, Zulhas belum melakukan apa-apa demi 2024. Jika ingin bertarung di 2024, Zulhas harus membuat kader PAN solid mendukungnya.

"Kader PAN solid dukung dia jadi artinya elektabilitas dia ada di angka 6 sampai 8%. Angka ini untuk maju ke Pilpres cukup minimal buat RI-2, tapi ini bisa ditingkatkan terus, solid," jelas Hendri Satria.

Sementara itu, pakar politik dari Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai usulan kader PAN mendorong Zulhas maju jadi capres perkara biasa karena 2 hal.

"Pertama, ada kecenderungan saat ini ketum parpol diwajibkan maju pilpres 2024 oleh kadernya karena lapangan pertempuran masih 'gelap gulita'. Banyak figur populer belum tentu bisa maju karena tak punya partai," terang Adi.

Kedua, ada kecenderungan partai tidak mau memberikan 'karpet merah' gratis kepada orang lain untuk diusung maju sebagai capres.

"Di sinilah letak peluang ketum parpol seperti Zulhas ikut tanding 2024. Apalagi pernah terjadi dalam sejarah PAN bisa usung Hatta jadi cawapres Prabowo. PAN juga mewakili wajah Muhammadiyah politik, salah satu ormas terbesar Indonesia," terangnya.

Simak juga video 'Gaduh Wacana Amandemen Usai PAN Merapat ke Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]



Selengkapnya di halaman berikutnya