Tekan Angka Kematian COVID-19, Kebumen Gencarkan Isolasi Terpusat

Rinto Heksantoro - detikNews
Rabu, 01 Sep 2021 21:32 WIB
Meski sudah turun level dari 4 menjadi 3, namun angka kematian akibat COVID-19 di Kebumen, Jawa Tengah masih cukup tinggi. Bupati Kebumen Arif Sugiyanto pun meminta agar isolasi terpusat (isosat) dan vaksinasi lebih digencarkan lagi.
Foto: Dok. Istimewa
Kebumen -

Meski sudah turun level dari 4 menjadi 3, namun angka kematian akibat COVID-19 di Kebumen, Jawa Tengah masih cukup tinggi. Bupati Kebumen Arif Sugiyanto pun meminta agar isolasi terpusat (isosat) dan vaksinasi lebih digencarkan lagi.

Arif menyampaikan rata-rata dalam sehari angka kematian akibat COVID-19 di Kebumen sebanyak 4 hingga 5 orang. Menurutnya, ini terjadi karena masih ada beberapa penderita COVID-19 memilih untuk dirawat di rumah sendiri, padahal seharusnya dibawa ke rumah sakit atau ditempatkan di isolasi terpusat.

"Salah satu persoalannya ternyata isolasi terpusat tidak dilaksanakan dengan baik. Karena itu saya berkomitmen bersama Forkompinda bahwa setiap yang positif harus dibawa ke isosat. Ini harus dilakukan agar mereka bisa tertangani dengan baik," kata Arif Sugiyanto dalam rapat evaluasi COVID-19 bersama Forkompinda dan camat di Pendopo Kabupaten Kebumen, Rabu (1/9/2021).

Selama berada di tempat isosat, pihaknya menjamin semua fasilitas baik kebutuhan makan dan kesehatan tercukupi dengan baik. Artinya, pasien COVID-19 tidak perlu khawatir tidak mendapatkan fasilitas yang layak karena semua sudah disediakan oleh pemda dengan pelayanan prima.

"Dijamin tempatnya enak, kasurnya empuk, kurang apa kita siapkan. Kurang tempat bermain kita siapkan, kurang TV kita siapkan. Kebutuhan pokoknya kita siapkan. Jadi jangan khawatir. Ini untuk menjaga, bila terjadi penurunan kesehatan, bisa tertangani dengan baik," jelasnya.

Bupati menyebut secara keseluruhan Kebumen memiliki 5 tempat isosat. Namun kali ini akan difokuskan 1 atau 2 tempat saja mengingat angka positif di Kebumen sudah mulai menurun. Terakhir, masih ada 21 pasien COVID-19 yang berada di tempat isotat.

"Tempatnya nanti bisa di rumah sakit paru, atau kita pertimbangkan di pendopo ini," lanjutnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga akan terus menggencarkan vaksinasi. Dalam waktu dekat program vaksinasi akan menyasar ke para siswa di atas usia 12 tahun. Ini menyusul sudah diizinkannya pembelajaran tatap muka atau PTM di Kebumen dengan kapasitas 50 persen.

Dalam kesempatan itu, Arif juga menyerahkan 20 mobil ambulans untuk ditempatkan di puskesmas kecamatan. Dari 26 kecamatan di Kebumen, ini adalah mobil ambulans tambahan yang diberikan, setelah sebelumnya 6 ambulans lain sudah diberikan lebih dulu untuk puskesmas kecamatan.

"Mobil ambulans ini juga dalam rangka mendukung pelayanan kesehatan di masyarakat dalam penanganan COVID-19 ini. Bisa digunakan masyarakat sesuai peruntukannya. Kita serahkan 20 ambulans untuk puskesmas kecamatan yang ada di Kebumen," tandasnya.

(akd/ega)