Eks Bupati Kuansing Didakwa Korupsi 6 Proyek, Kerugian Negara Rp 13 M

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 01 Sep 2021 16:33 WIB
Mantan Bupati Kuansing, Mursini (Raja-detikcom)
Mantan Bupati Kuansing, Mursini (Raja/detikcom)
Kuansing -

Mantan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) di Riau, Mursini, menjalani sidang dakwaan kasus dugaan korupsi yang menjeratnya. Mursini didakwa terlibat korupsi dana kegiatan sekretariat daerah (setda).

Sidang digelar di PN Tipikor Pekanbaru, Rabu (1/9/2021). Jaksa penuntut umum dari Kejati Riau dan Kejari Kuansing hadir secara langsung. Sementara terdakwa mengikuti sidang secara virtual dari Rutan Sialang Bungkuk.

Jaksa menyebut perbuatan Mursini merugikan negara Rp 13,3 miliar. Dana itu bersumber dari APBD Kabupaten Kuansing tahun 2017.

"Bahwa terdakwa Mursini selaku Kepala Daerah atau Bupati Kabupaten Kuantan Singingi periode tahun 2016-2021. Telah melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan, sehingga harus dipandang sebagai perbuatan melawan hukum," kata Kasi Pidsus Kajari Kuansing, Imam, kepada wartawan, Rabu (1/9).

Imam menyatakan Mursini memperkaya diri sendiri dan orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara Rp 13 miliar. Mursini didakwa melanggar Pasal 11 juncto Pasal 18 ayat (1) UU No 20 Tahun 2001 tentang Tipikor.

Mursini disebut korupsi pada 6 kegiatan di Setda Kuantan Singingi. Ada sejumlah nama yang disebut menerima dana tersebut, antara lain mantan Plt Sekda Muharlius, Kabag Umum M Saleh, Bendahara Ferdi Anantha, PPTK kegiatan Heti Herlia, dan Yuhendrizal.

Kelima pejabat yang disebut jaksa telah terbukti menerima dana dan sudah dijatuhi pidana berkekuatan hukum tetap. Mursini adalah terdakwa yang keenam di kasus tersebut.

"Selain itu, ada pihak dari DPRD Kuansing yang menerima aliran dana. Ada itu nama Ketua DPRD saat itu Andi Putra, Musliadi dan Rosi Atali ada dalam dakwaan hari ini," katanya.

Dana kegiatan Setda juga disebut mengalir ke istri Mursini. Jaksa mengatakan seluruh dakwaan akan dibuktikan dalam persidangan.

"Usai dakwaan dibacakan, terdakwa tidak mengajukan eksepsi. Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi saksi, semua nanti akan dihadirkan," kata Imam.

Kasus dugaan korupsi yang menyeret Mursini awalnya ditangani tim Kejaksaan Negeri Kuansing. Ada sejumlah orang yang diperiksa, termasuk mantan Ketua DPRD Kuansing Andi Putra, yang kini menjabat bupati.

Untuk mempercepat penanganan, kasus dugaan korupsi 6 kegiatan di Setda itu kemudian ditangani tim gabungan Kejari Kuansing, Kejaksaan Tinggi Riau, dan tim Kejaksaan Agung lewat supervisi.

Mursini sendiri merupakan Bupati Kuansing 2016-2021. Mursini dijerat sebagai tersangka setelah ada putusan pengadilan terhadap terdakwa lain yang terlibat kasus lebih dulu.

(ras/haf)