Gubernur Sumsel Minta Tambah Stok Vaksin COVID, Kemkes: Distribusi Bertahap

Dwi Andayani - detikNews
Rabu, 01 Sep 2021 08:53 WIB
The hands in blue glove of the scientist hold the processor
Ilustrasi vaksin COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/Alernon77)

Jokowi: Vaksin Tahap demi Tahap

Hal senada sebelumnya disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengatakan jumlah vaksin nasional saat ini belum mencukupi. Namun Jokowi tetap berharap akhir tahun nanti seluruh rakyat Indonesia dapat tervaksinasi.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat berbincang dengan pengasuh Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat, secara virtual, seperti disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (31/8).

Jokowi kemudian menanggapi pernyataan tersebut dengan mengemukakan soal stok vaksin nasional. Jokowi mengatakan kedatangan vaksin COVID-19 dilakukan secara bertahap.

"Ya karena ini juga jumlah vaksinnya secara nasional juga masih belum mencukupi. Memang ini tahap demi tahap dan kita harapkan insyaaallah nanti di akhir tahun di bulan Desember semuanya sudah divaksin, termasuk tentu saja dari Pondok Pesantren Husnul Khotimah dari Kuningan," ujar Jokowi.

Gubernur Sumsel Singgung Stok Vaksin dari Pusat

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan vaksinasi Corona di Sumsel belum bisa dilakukan maksimal karena masalah stok. Dia meminta pemerintah pusat menambah stok vaksin Corona di Sumsel.

"Vaksin ini belum memang belum maksimal tapi kami terus berupaya agar vaksin ini terus tersedia. Termasuk mengingatkan pemerintah pusat agar menambah pasokan vaksin di Sumsel. Jika diperbolehkan membeli secara mandiri, tentu sudah sejak lama kita membeli vaksin tersebut," kata Herman Deru di Palembang, Selasa (31/8).

Herman Deru mengatakan sekitar 94 persen pasien Corona yang meninggal dunia merupakan orang-orang yang belum divaksinasi. Dia meminta warga tidak takut disuntik vaksin.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, capaian vaksinasi pertama di Sumsel baru berada di angka 20,48 persen dan vaksinasi kedua 12,95 persen dari target 6,3 juta sasaran vaksinasi. Dinkes menyebut baru sekitar 1,2 juta orang yang menjalani vaksinasi pertama dan 816 ribu orang yang mendapat vaksinasi kedua.


(dwia/jbr)