Akan Dipolisikan soal Tudingan Ivermectin, ICW: Moeldoko Mestinya Bijak

Azhar Bagar Ramdhan - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 21:51 WIB
Muhammad Isnur
Kuasa Hukum ICW, M Isnur (Ari Saputra/detikcom)

"Selain itu, khusus untuk ekspor beras ini, ICW juga telah meminta maaf atas kekeliruan pernyataan tersebut. Bagi kami, persoalan misinformasi ini bukan hal utama, sebab, poin krusial yang harus dijelaskan oleh Moeldoko adalah apa motivasinya bertemu atau berkomunikasi dengan Sofia Koswara lalu meminta pengurusan surat izin edar Ivermectin? Apa karena kedekatan Sofia Koswara dengan anaknya karena tergabung dalam perusahaan yang sama? Sebagaimana dalam penelitian ICW," tambahnya.

Selanjutnya, Isnur juga menyoal Moeldoko sempat membagikan Ivermectin bersama organisasi membagi-bagikan obat Ivermectin melalui organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Hal itu yang membuat ICW menjadi salah satu pertanyaan.

"Indikasi persoalan Moeldoko sebenarnya tidak hanya terkait dugaan konflik kepentingan dalam peredaran Ivermectin. Namun, patut diingat bahwa Moeldoko juga sempat membagi-bagikan obat Ivermectin melalui organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang bekerjasama dengan PT Harsen Laboratories di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah," ujarnya.

"Maka, atas dasar tindakan itu, muncul satu pertanyaan penting yang harus dijawab Moeldoko juga: Bukankah membagi-bagikan produk farmasi yang belum jelas uji kliniknya - apalagi secara bebas ke masyarakat - merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 196 UU Kesehatan?," sambungnya.

Lebih lanjut, Isnur menyebut ICW minta pertanggungjawaban dari Moeldoko soal pembagian Ivermectin itu.

"Berangkat atas pertanyaan di atas, kami turut meminta pertanggungjawaban Moeldoko," katanya.

Moeldoko Akan Polisikan ICW

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko melanjutkan proses hukum terkait tudingan Indonesia Corruption Watch (ICW) soal polemik 'promosi Ivermectin' dan ekspor beras. Hal ini seiring dengan tidak adanya permintaan maaf dari pihak ICW, khususnya peneliti ICW, Egi Primayogha.

"Saya akan melanjutkan melaporkan kasus ini kepada kepolisian," ujar Moeldoko kepada wartawan, Selasa (31/8).

Moeldoko menyebut pihaknya sudah 3 kali memberikan kesempatan kepada ICW untuk mengklarifikasi dan meminta maaf. Tapi ICW, jelas Moeldoko, tidak ada iktikad baik.

"Saya sudah memberikan kemudahan dan sabar saya beri kesempatan sampai 3 kali dan tidak ada iktikad baik untuk klarifikasi, untuk minta maaf," ucap Moeldoko.


(jbr/jbr)