Pengacara ICW: Moeldoko Harus Klarifikasi 'Promosi' Ivermectin, Bukan Somasi

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 08 Agu 2021 07:10 WIB
Direktur LBH Pers Nawawi Bahrudin (Mei-detikcom)
Foto: Direktur LBH Pers Nawawi Bahrudin (Mei-detikcom)
Jakarta -

Pengacara Indonesia Corruption Watch (ICW) Nawawi Bahrudin menyayangkan sikap Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, yang mensomasi ICW gara-gara temuan tentang promosi obat Ivermectin. Dia menilai seharusnya Moeldoko mengklarifikasi jika memang temuan data kajian ICW itu salah, bukan malah mengirim somasi.

"Sebetulnya kita memprihatinkan karena ini kan produk kajian gitu ya yang berdasarkan analisa data. Oleh karena itu, bukannya somasi yang harusnya dilakukan. Tapi menjelaskan kembali soal data-data yang ditemukan oleh ICW untuk dibantah oleh pihaknya Bapak Moeldoko, bukan somasi karena dirasa dicemarkan nama baiknya," kata Nawawi kepada wartawan, Sabtu (7/8/2021).

Nawawi menyebut permintaan agar ICW menunjukkan bukti keterlibatan Moeldoko dalam promosi Ivermectin sebagai kesalahan besar. Sebab, kata dia, data yang dihasilkan dari kajian ICW baru sebatas dugaan yang sebaiknya dibantah Moeldoko dengan menggunakan data juga.

"Ini kan ICW tidak menyentuh hal-hal yang sifatnya teknis soal di mana dapat keuntungan, siapa memberikan keuntungan, ya itu kan sangat teknis sekali. Ini kan baru tahap dugaan, indikasi keterlibatan Pak Moeldoko," ucapnya.

"Jadi bantahannya itu, bantahan data. ICW menunjukkan data yang menunjukkan ada relasi bisnis begini berdasarkan akta pendirian perusahaan misalnya. Nah dia (Moeldoko) tunjukkan yang asli yang dipunyai 'oh tidak benar anak saya tercantum di sana', kan gitu harusnya," tambahnya.

Dia mengatakan sikap Moeldoko sebagai pejabat publik harus menjadi teladan bagi masyarakat. Menurutnya, bila ada tuduhan berdasarkan fakta kajian seperti halnya yang dilakukan ICW, maka harus dijawab dengan klarifikasi yang juga berdasarkan fakta dan data.

"Jangan mengajukan somasi dengan pertanyaan-pertanyaan yang tentunya emang tidak relevan untuk dijawab karena belum masuk ke ranah itu, misalnya berapa besar keuntungan yang dia dapat, siapa yang memberikan, itu kan pertanyaan yang tidak selayaknya dijawab ICW. Karena ICW berada di ranah dugaan berdasarkan data-data yang dia temukan," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya:



Simak Video "ICW soal Balasan Somasi ke Moeldoko: Sudah Dikirim Email"
[Gambas:Video 20detik]