Anggota DPR Dukung Polisi Usut Perintah Buat Surat Sumbangan Gubernur Sumbar

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 16:51 WIB
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB Moh Rano Al Fath.
Moh Rano Al Fath (Foto: dok. dpr.go.id)
Jakarta -

Polemik surat Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah meminta sumbangan sedang ditangani polisi. Anggota Komisi III DPR Rano Al Fath mendukung polisi mengusut polemik surat Gubernur Sumbar minta sumbangan hingga ke akar.

"Tentu kita dukung Polri secara penuh, dalam hal ini Polda Sumbar, untuk menindaklanjuti persoalan ini, karena masyarakat butuh keterbukaan dan transparansi di setiap perkara, agar ke depannya instansi pemerintah juga dapat lebih akuntabel dan bertanggung jawab," kata Rano kepada wartawan, Selasa (31/8/2021).

Rano menuturkan polemik surat Gubernur Sumbar minta sumbangan ini bukan penipuan. Menurutnya, polisi kini sedang mengusut ada atau tidaknya unsur dugaan korupsi.

"Selanjutnya, kita akan minta kawan-kawan Polri untuk selidiki, apakah ini merupakan kasus penipuan atau memang ada unsur kesengajaan. Karena dari penemuan yang ada, kan kasus penipuan tidak terbukti. Namun sekarang ini masih ditindaklanjuti terkait dugaan kasus korupsi," ucap Rano.

Lebih lanjut Rano meminta polisi membongkar siapa yang bertanggung jawab menyebarkan surat tersebut. Legislator Dapil Banten III itu meyakini polisi bisa menguak pihak yang memberi perintah atau yang berinisiatif membuat surat minta sumbangan tersebut.

"Yang kedua, kita juga akan dorong Polri untuk menemukan siapa yang bertanggung jawab penuh terhadap penyebaran surat sumbangan tersebut. Barang bukti sudah ada, tinggal menemukan siapa yang menyuruh melakukan dan siapa yang memiliki inisiatif," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi masih menangani polemik surat Gubernur Sumbar minta sumbangan. Rencananya, polisi kembali melakukan ekspose atau gelar perkara pekan ini.

"Gelar perkara pertama sudah kita gelar Sabtu, 28 Agustus kemarin. Namun akan kita ulang lagi. Kita gelar (perkara) lagi. Jadwalnya belum kita tentukan, tapi dalam minggu ini juga," kata Kasat Reskrim Polres Padang Kompol Rico Fernanda kepada detikcom, Senin (30/8/2021).

Gelar perkara akan dilakukan karena penyidik masih memerlukan keterangan dari sejumlah saksi. Saksi-saksi yang akan diperiksa adalah mereka yang telah memberikan sumbangan.

"Saksi tambahannya, ya, tentu saja pihak yang sudah menyerahkan uang," jelas Rico.

Gubernur Sumbar Mahyeldi juga sudah merespons perihal polemik surat sumbangan dimaksud. Mahyeldi mengaku banyak menandatangani surat, sehingga tidak hafal satu per satu surat yang ditandatangani.

"Kalau surat kan banyak yang saya tanda tangani, banyak, saya tiap hari kan ratusan kan," ujar Mahyeldi setelah melayat ke rumah duka Elly Kasim di Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (25/8).

(eva/zak)