Palsukan Surat Corona Penumpang, 2 Sopir Travel di Bali Ditangkap

Sui Suadnyana - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 10:10 WIB
2 Sopir Travel di Bali Ditangkap.
Dua sopir pemalsu surat rapid test antigen diamankan polisi di Bali. (Dok. Polres Jembrana)
Jembrana -

Dua orang sopir bernama Heri Kusnandar dan Yusron Amirulloh diamankan Polres Jembrana, Bali. Dua sopir itu diamankan lantaran memalsukan surat keterangan rapid test antigen penumpang.

"Pada hari Kamis tanggal 26 Agustus 2021 pukul 09.00 Wita telah diamankan pelaku menggunakan surat keterangan hasil rapid antigen COVID-19 yang diduga palsu," kata Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa dalam keterangan tertulis, Selasa (31/8/2021).

Adi Wibawa menjelaskan polisi melakukan penyelidikan pada Kamis (26/8). Saat dilakukan pemantauan di pos validasi, ditemukan penumpang bus dengan nomor polisi B-7436-AAK dari Kabupaten Cianjur tujuan Kota Negara, Kabupaten Jembrana. Bus itu mengangkut sebanyak 31 penumpang.

Kemudian mobil ELF dengan nomor polisi DK-7560-AG dari Kabupaten Cianjur tujuan Kabupaten Jembrana yang mengangkut sebanyak 12 penumpang. Penumpang bus dan mobil tersebut satu tempat kerja di PT Bonafit untuk pemasangan pipa di Banjar Pebuahan, Desa Banyu Biru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

Para penumpang bus dan mobil Elf menyeberang ke Bali menggunakan surat keterangan hasil rapid test antigen COVID-19 diduga palsu. Hal itu disebabkan saat diperiksa dengan barcode menunjukkan hasil tidak sesuai dengan yang dikeluarkan klinik yang tercantum.

"Ketika dilakukan interogasi penumpang menjelaskan surat rapid tersebut diurus oleh Heri Kusnandar dan Yusron Amirulloh dengan membayar Rp 100 ribu per penumpang namun dan tidak dilaksanakan tes. Ketika dilakukan konfirmasi ke Klinik Anugerah, pihak klinik menyatakan bahwa surat rapid tersebut bukan dikeluarkan klinik Anugerah," jelas Adi Wibawa.

Sopir Heri Kusnandar akhirnya mengakui tidak melaksanakan rapid test antigen kepada penumpang. Surat COVID itu dibeli dari Agus Rp 60 ribu/surat. Saat ini Agus diamankan oleh Satreskrim Polres Banyuwangi.

Sementara itu, Yusron Amirulloh mengaku bertugas mengumpulkan KTP penumpang dan memberikannya kepada Heri Kusnandar. Heri Kusnandar kemudian memfoto KTP penumpang dan dikirimkan ke Agus dengan via aplikasi pesan singkat WhatsApp.

Heri Kusnandar membayarkan kepada Agus Rp 2,8 juta untuk 48 surat rapid test antigen palsu dengan ketentuan Rp 60 ribu per surat dan mendapatkan bonus dua surat rapid test antigen palsu.

Heri Kusnandar memperoleh keuntungan Rp 1,8 juta dibagi bersama Yusron Amirulloh. Yusron mendapat bagian Rp 400.000 dan sisanya sejumlah Rp 1,4 diambil oleh Heri Kusnandar.

Dari perkara ini, polisi menyita barang bukti 48 surat keterangan hasil rapid antigen COVID-19 palsu, 48 KTP, uang senilai Rp 1,6 juta, mobil bus pelat B-7436-KAA beserta kunci kontak dan surat tanda nomor kendaraan (STNK) atas nama PT Sonni Siena Wisata, mobil merek Isuzu Elf DK-7560-AG beserta kunci dan STNK atas nama I Nyoman Sember dan satu buah HP merek Vivo.

Kedua sopir itu diganjar dengan Pasal 263 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) atau Pasal 268 KUHP atau Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Simak juga video 'Pemalsu Surat Hasil Swab PCR Catut Nama Perusahaan Lab dalam Aksinya':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)